122017Sep
Alya, Buah Hati Ika Putri Pengganti yang Hilang

Alya, Buah Hati Ika Putri Pengganti yang Hilang

Hati ibu mana yang tidak sedih, kala mengetahui janin yang ada di rahimnya tumbuh tidak sempurna. Ini dialami pasangan muda Ika Putri dan Isyarama Bayu Suryono.

NICU Pro ASI

IMG_5084

Kondisi ini menyebabkan Ika harus kehilangan calon bayi pertama mereka. Akan tetapi Tuhan berkehendak lain, antara kekhawatiran dan keinginan ingin hamil lagi, Tuhan menjawab doa pasangan ini. Selang beberapa lama dari peristiwa kelabu, Ika dinyatakan positif hamil.

“Saat mengetahui kehamilan ini, saya dan suami merasa senang. Tapi karena pernah mengalami keguguran, jadi masih ada trauma di diri saya,” ucap Ika mengawali perbincangan sambil memandang hangat Alya. Putri mereka diberi nama Alya Kirani Dewi. Alya lahir pada 17 November 2016 lalu, melalui proses operasi caesar. Bayi ini tampak sehat dan lucu. Saat terlahir, lanjut Ika, Alya memiliki berat badan 4200 gram dan panjang 52 cm.

Terlebih, momen istimewa ini diketahui tepat saat Ika merayakan hari ulang tahunnya. Berbekal pengalaman kehamilan pertamanya yang sempat gagal, Ika sangat konsen menjaga kehamilannya ini. Ia bahkan mulai membatasi aktivitas rutinnya, salah satunya berpergian. “Hampir sembilan bulan kehamilan, saya tidak pernah lagi menginjakkan kaki di bandara,” pungkas wanita yang memiliki hobi menyanyi ini.

Padahal, biasanya Ika bisa berpergian rutin beberapa kali dalam seminggu. Ini dia lakukan untuk menjaga agar kehamilannya lancar. Ika juga membatasi aktivitas berolahraga. Ika mengaku senang sekali gym . Tapi kehamilannya memaksanya untuk menghentikan aktivitas tersebut. “Ibu saya berucap sing penting lahir dhisik” kenangnya seraya tersenyum.

IMG_5113

Disinggung mengapa Ika memilih operasi caesar demi melahirkan Alya, Ika mengaku sebenarnya pihaknya lebih menginginkan kelahiran normal. Akan tetapi kondisinya saat itu, yang tidak memungkinkan untuk normal, Ika pun menyerah. Saat itu, dokter kandungan Ika, menyatakan bahwa air ketubannya sudah berkurang 50%. Ini berimbas pada kondisi jantung Alya yang terlalu lemah untuk merespon kontraksi. Tepat di usia kehamilan yang hampir 40 minggu, Alya terlahir dengan selamat.

“Saya takut operasi. Saya bersikeras untuk normal. Hingga akhirnya dokter menyatakan bahwa air ketuban saya sudah hampir habis. Selain itu detak jantung bayi sangat lemah,” jelasnya.

Ika dan suaminya memilih melahirkan di RSIA Kendangsari Merr, karena penanganan rumah sakit ini sangat baik. Selain itu, staf dan para dokternya juga berpengalaman, dan fasilitas yang dimiliki sangat lengkap. Terpenting, rumah sakit ini mengutamakan Inisiasi Menyusu Dini (IMD). “RSIA Kendangsari Merr support IMD. Ini saya harapkan sebagai titik awal kesuksesan saya menyusui Alya secara langsung,” tegasnya.

Bahkan, kelak jika dirinya berkesempatan memiliki momongan kembali, Ika tidak ragu untuk kembali ke RSIA Kendangsari Merr. “Rasanya saya pengen balik situ lagi, punya anak, dan melahirkan lagi disana,” kata Ika menutup pembicaraan.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *