152016Mar
Apa Kabar Nia AFI ? Ini Dia Curhat Kepanikannya Saat Hamil

Apa Kabar Nia AFI ? Ini Dia Curhat Kepanikannya Saat Hamil

MASIH ingat Nia Kartika Putri ? Dia adalah kontestan Akademi Fantasi Indosiar (AFI) dari Surabaya pada 2004 silam. Pernikahannya dengan sesama peserta AFI, Aditya Putra Wijaya, menghasilkan buah hati bernama Shakila Diva Putri.

Proses kelahiran pertamanya sangat berkesan dan penuh cerita. Persalinan pertama pada 21 Januari 2014 itu pula yang membuatnya semakin memahami arti penting penanganan kehamilan yang tepat.
Bagaimana ceritanya?

Nia menuturkan, sejak awal hamil dia lebih banyak tinggal di Jakarta. Untuk kontrol kehamilan, perempuan 32 tahun itu mempercayakan kepada Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Jakarta.

Masalah mulai muncul ketika saat usia kehamilan baru empat bulan, dia pulang ke Surabaya untuk Lebaran. “Saya mengalami flek lumayan banyak,” katanya kepada tim Rsia.kendangsari.com.

Nia pun khawatir. Dia ingin ke dokter kehamilan tapi bingung karena tidak punya referensi. “Saya tidak tahu rumah sakit mana yang bagus,” katanya.

Di tengah kepanikannya itu, Nia lantas menghubungi teman saat duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Kebetulan, teman masa kecilnya itu adalah dokter spesialis kehamilan juga. Dia merekomendasikan Nia untuk datang ke RSIA Kendangsari.

Alasannya, kata temannya itu, rumah sakit tersebut memiliki fasilitas yang bagus. Ruangannya bersih dan peralatannya modern. RSIA Kendangsari juga dikenal concern terhadap pemberian ASI dan kesehatan ibu hamil dengan banyak kegiatan seperti senam hamil.

“Mereka juga mendorong agar ibu melahirkan secara normal. Karena lebih alami dan bagus buat bayi,” kata Nia.

Selain itu, rumah sakit tersebut memiliki banyak dokter-dokter senior. “Salah satunya Prof. DR. dr Budi Santoso, SpOG. Beliau yang membantu saya untuk kelahiran anak pertama dan kedua,” kata Nia

Nia langsung jatuh cinta pada pandangan pertama dengan RSIA Kendangsari. Pada saat pertama kali check up dan berkonsultasi, kata dia, pelayanannya sangat baik. “Karena saya mengalami flek lumayan bnyk, saya mendapat prioritas sebagai pasien yang diutamakan,” katanya.


Ada cerita menarik dari Nia. Ketika bertemu Prof. Budi, Nia diprediksi bakal melahirkan anak perempuan. Dan ternyata benar. Putra pertamanya itu berjenis kelamin perempuan. “Padahal, usia kehamilan saya baru empat bulan,” katanya lantas terbahak.

Nia pun diberi obat penguat kehamilan. Prof. Budi sangat optimis tidak ada masalah dalam kandungan Nia meski ada flek. “Sejak saat itu saya jatuh cinta dengan RSIA Kendangsari,” katanya.

Kata Nia, yang membedakan pelayanan RSIA Kendangsari dengan rumah sakit lainnya adalah totalitas dalam penanganan ibu hamil. “Pelayanannya, profesionalismenya, perhatian dan concern-nya terhadap para ibu yang ingin memberikan terbaik untuk buah hati.
Semua dilakukan dengan hati oleh RSIA,” katanya.

Sejak saat itu, kata Nia, setiap datang ke RSIA Kendangsari, dia merasa sudah seperti keluarga sendiri jika bertemu dengan para suster, staff, dan para dokter. “Mereka selalu siap untuk dicurhatin tentang tumbuh kembang anak saya, walaupun via Whatsapp,” katanya lantas tersenyum. (aga)

  • 20160314180024
  • CGD18E8UsAErFI8
  • CF1JdESUsAAiUto
  • CCts6b-UMAIiYZo
  • ByBzvBZCYAASZSi
  • BmsYApvCEAAtMKe
  • B73xAG9CEAAyldf
  • B5bh2bhCQAA_xDc
  • B1f_RXaCEAEp5c7
  • nia_adit_afi-20150225-018-rita




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *