32016Mar
Begini Kisah Arumi Bachsin Melahirkan Anak Keduanya

Begini Kisah Arumi Bachsin Melahirkan Anak Keduanya

Kegembiraan artis Arumi Bachsin kembali bertambah dengan kelahiran anak keduanya. Yang istimewa, istri Bupati Trenggalek Emil Dardak tersebut menjalani proses melahirkannya di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Kendangsari. Anak kedua bintang iklan dan film 22 tahun tersebut lahir pada 16 November 2015 pukul 21.25 WIB. Dia dinamai Keenan. Keenan kecil lahir melalui proses kelahiran normal dengan berat 2.950 gram dan panjang 52 cm.

Begini Kisah Arumi Bachsin Melahirkan Anak Keduanya. Jadi  Arumi mengatakan, proses melahirkan normal dia pilih karena anak pertamanya juga melalui proses yang sama. “Dari pengalaman tersebut, saya akhirnya memilih persalinan normal. Masa recovery pasca persalinan juga lebih cepat dan tidak sakit,” kata Arumi. Sejak menikah dengan Emil pada 2013 lalu, Arumi tidak lagi tinggal di Jakarta. Dia lebih banyak menemani suaminya di Trenggalek. Saat hamil, dia banyak mencari rumah sakit kandungan terbaik di Surabaya.

“Awalnya cari-cari di Google dan ternyata RSIA Kendangsari salah satu rumah sakit yang banyak mendapat respons positif dan rekomendasi.Karena itu, saya coba dan ternyata cocok,” ungkapnya. Di RSIA Kendangsari, Arumi menyiapkan dengan detail persiapan persalinannya. Dia melakukan kontrol per bulan hingga per minggu sampai mendekati hari persalinan. Selain itu, dia juga mengikuti beberapa kelas senam hamil.

Menurut Arumi, senam hamil tidak bisa diremehkan. Perannya sangat penting. “Didalamnya ada proses hypnobirthing yang sangat penting untuk mempersiapkan fisik dan mental menjelang persalinan,” katanya. Setelah masa persiapan yang lancar tersebut, Arumi kemudian menjalani semua proses persalinanya di RSIA Kendangsari. Termasuk tes laboratoriumnya juga. Dalam kelahiran kedua tersebut, tutur Arumi, memang tidak secepat anak pertama. Pada pukul 14.00, dia baru mengalami pembukaan 2. Hingga pukul 18.30, baru pembukaan 4.

“Akhirnya saya dibantu oleh therapists acupressure untuk bisa mempercepat pembukaan dan kontraksi alami. Jadi tanpa diinduksi,” katanya. Setelah itu, kontraksi Arumi jadi semakin intens. Dia lantas masuk ruang bersalin pada pukul 19.00 WIB. “Tidak lama diruang bersalin, saya sudah pembukaan lengkap kemudian saya melahirkan pukul 20.40 WIB,” katanya.

Arumi mengakui, proses persalinannya cukup tenang. Sebab, tim dokter dan bidan yang menangani juga sangat tenang. Mereka membantu Arumi dalam setiap proses persalinan. Termasuk setiap langkah mengejan dan IMD (Inisiasi Menyusui Dini). “Saya juga dibantu hingga proses recovery selama 2 jam sampai saya diperbolehkan pindah ke kamar pasien,” katanya.

Tindakan pasca persalinan juga membuat Arumi sangat puas dengan pelayanan RSIA Kendangsari. Tim perawat sangat membantu merawat bayi. Dia jadi lebih tenang mempercayakan kepada mereka. “Mereka memandikan, menjemur pagi, sampai pada malam hari. Saya jadi bisa istirahat cukup selama di rumah sakit,” katanya lantas tersenyum. (aga/ss)

  • 7
  • 6
  • 4
  • 5
  • 8
  • 1
  • 3
  • 2




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *