232018Mar
Konseling Antenatal, Awal Keberhasilan Ibu Menyusui

Konseling Antenatal, Awal Keberhasilan Ibu Menyusui

Oleh: dr. Muhammad Ilham Aldika Akbar, Sp.OG(K)

(Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan RSIA Kendangsari Merr)

Tidak dipungkiri pentingnya ASI bagi kesehatan dan tumbuh kembang bayi. Menyusui melindungi bayi dari penyakit dan kematian. Hebatnya ASI dapat mendukung perkembangan otak, peningkatan IQ dan kecerdasan anak. Pun begitu halnya saat si bayi dewasa, ASI dapat menurunkan risiko penyakit metabolik, seperti diabetes melitus, asma, penyakit jantung, dan pre eklampsia.

Selain itu International Convention of The Right of The Child, menyebutkan bahwa mendapatkan ASI merupakan hak asasi anak. WHO memperkirakan 1,5 juta kematian bayi-anak setiap tahun bisa dicegah, dengan praktik menyusui yang benar. Inisiasi menyusu dini dalam satu jam pertama kelahiran, merupakan salah satu cara menyusui yang direkomendasikan WHO. Selain itu, menyusui secara eksklusif minimal sampai bayi berusia enam bulan. Terakhir, alangkah baiknya bila kegiatan menyusui diteruskan hingga anak berusia dua tahun.

Untuk mencapai keberhasilan menyusui ini, calon ibu hendaknya berkonsultasi dan mendapat edukasi, tentang menyusui dan ASI saat pemeriksaan kehamilan (Antenatal Care/ ANC) dari tenaga kesehatan. Pada saat konseling antenatal, calon ibu akan diberi informasi pentingnya menyusui bagi ibu dan bayinya. Selain itu, juga akan diajarkan cara menyusui yang baik dan benar. Mulai inisiasi menyusui dini sampai meneruskan menyusui ekslusif. Konselor juga akan menjelaskan risiko memberikan susu formula pada bayi dan pemakaian dot, pentingnya rawat gabung pasca melahirkan, serta upaya menjaga kecukupan ASI.

Pada akhirnya, konseling ini bertujuan agar saat bayi lahir, ibu sudah merasa nyaman dan siap menyusui, memahami keuntungan dari menyusui, dan memiliki komitmen yang kuat untuk menyusui. Selain mempersiapkan kegiatan menyusui, pada konseling ini juga akan menggali data mengenai riwayat persalinan sebelumnya. Termasuk pemeriksaan payudara yang meliputi riwayat tumor payudara, pernah operasi payudara, riwayat menyusui sebelumnya, dan permasalahan yang dihadapi.

Pemeriksaan payudara dan riwayat menyusui ini, harus dilakukan secara rutin sebagai bagian dari pemeriksaan antenatal selama kehamilan.

Mengikuti konseling antenatal terbukti memberikan hasil yang baik untuk menunjang keberhasilan menyusui. Dari penelitian yang dilakukan Imdad A dan kawan-kawan pada 2011 lalu, promosi dan edukasi menyusui selama pemeriksaan antenatal meningkatkan 43 persen keberhasilan menyusui eksklusif selama empat sampai enam minggu pertama, meningkatkan 137 persen keberhasilan ASI eksklusif selama enam bulan.

Banyak penelitian lain juga menyatakan hal yang serupa. Ini menunjukkan pentingnya ibu hamil mengikuti kegiatan konseling antenatal. Ibu hamil juga dapat bergabung dengan komunitas pendukung menyusui di masyarakat untuk semakin meningkatkan keberhasilan menyusui.

Semoga tulisan singkat ini dapat membantu para calon ibu, untuk dapat mencapai keberhasilan menyusui nantinya. *




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *