122017Sep
Persiapan Menyusui di Masa Kehamilan

Persiapan Menyusui di Masa Kehamilan

ASI dapat meningkatkan daya tahan tubuh bayi terhadap infeksi. Selain itu mengurangi risiko infeksi telinga, menurunkan risiko terjadinya diare, dan menurunkan risiko SIDS (Sudden Infant Death Syndrome). ASI juga terbukti bisa mengurangi risiko obesitas saat bayi menjelang masa kanak-kanak. Dapat meminimalisir risiko kanker pada masa anak, dan penyakit alergi atau asma.

ASI juga memberi dampak positif bagi perkembangan otak bayi. Hal ini menyebabkan IQ yang lebih tinggi, dan penglihatan yang lebih baik. Menyusu pada payudara, mendukung perkembangan rahang yang baik dan mendorong pertumbuhan gigi yang sehat.

Saat awal kehamilan, sebaiknya sang ibu mempersiapkan diri untuk menyusui buah hatinya. Mulai dari memantapkan niat dan komitmen untuk menyusui sendiri bayinya, termasuk melakukan inisiasi dini, sesaat setelah melahirkan. Setelah pondasi niat yang kuat, ibu perlu mencari ilmu tentang menyusui dari sumber yang kompeten dan independen. Banyaknya persepsi dan mitos tentang menyusui yang salah, dapat menyebabkan kegagalan menyusui.

Pengetahuan dasar yang perlu dipahami ibu yakni tentang prinsip produksi ASI. Setiap kali ibu menyusui, ada dua hormon yang bekerja, yaitu hormon prolaktin dan oksitosin. Setiap kali bayi menyusu, ada rangsangan hisapan di payudara. Sehingga otak menerima sinyal danmemerintahhormonprolaktinuntuk memproduksi ASI. Mekanisme ini terjadi secara otomatis, tanpa disadari ibu. Hormon oksitosin untuk menjaga kelancaran pengeluaran ASI. Pengetahuan tentang ASI dapat menghapuskan kesalahan persepsi dan mitos.

Peran serta suami dan keluarga dekat sangat penting dalam proses menyusui. Salah satunya, suami perlu tahu bahwa stres yang dirasakan ibu dapat mempengaruhi hormon oksitosin, sehingga membuat ASI tidak lancar. Selain itu, penggunaan dot dapat mengurangi daya hisap bayi, sehingga menyebabkan rangsangan hisapan pada payudara tidak optimal lagi. Ini berimbas pada menurunnya produksi ASI.

Bagi pasangan yang baru saja akan memiliki bayi, sebaiknya lebih selektif memilih rumah sakit bersalin. Melalui penerapan 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui (10 LMKM). Program yang merupakan adopsi dari WHO ini, juga sudah diatur pemerintah, melalui PP No. 33 tahun 2012.

Peran fasilitas bersalin ini antara lain membuat kebijakan tertulis tentang menyusui, dan dikomunikasikan kepada semua staf pelayanan kesehatan. Selanjutnya, para staf pelayanan menginformasikan pada semua ibu hamil tentang manfaat dan manajemen menyusui. Salah satu action nyatanya yakni penyuluhan akan pentingnya menyusui pada 60 menit pertama sesaat setelah melahirkan, atau yang lebih dikenal dengan Inisiasi Menyusu Dini (IMD). IMD bisa dilakukan pada persalinan normal maupun persalinan dengan cara operasi Caesar.

Selanjutnya, para staf medis harus membantu si ibu tentang cara menyusui yang baik. Termasuk mempertahankan menyusui meskipun ibu dipisah dari bayinya. Fasilitas bersalin yang baik haruslah menerapkan rawat gabung ibu dengan bayinya sepanjang waktu. Selanjutnya membuat larangan untuk tidak memberi dot kepada bayi. Semoga ibu bisa memberi ASI terbaiknya untuk buah hati tercinta.

Happy Breastfeeding, Mama!

Andini Yuliana

Narasumber
Andini Yulina Pramono, S.K.M. M.ARS
Konselor Menyusi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *