272016Oct
Sakitnya Perutku ! Aww !

Sakitnya Perutku ! Aww !

Ibu hamil memiliki banyak masalah kesehatan, salah satunya adalah masalah pada perut. Kenali dan pahami penyakitnya agar Anda tahu kapan waktu yang tepat untuk menanganinya sendiri atau harus di bawa ke dokter kandungan. Sakitnya Perutku ! Aww !

Kembung

Penyebab: Pada ibu hamil, hormon progesteron mengalami peningkatan dan hal itu dapat menyebabkan otot-otot tubuh melentur. Akibatnya, waktu yang dibutuhkan untuk mencerna makanan jadi lebih lama karena sistem pencernaan bekerja lebih lamban. Hal itu membuat bakteri di usus membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mencerna makanan. Semakin lama proses mencerna terjadi, semakin banyak gas yang dihasilkan sehingga ibu hamil merasa kembung terus menerus.

Peningkatan produksi gas dalam perut selama kehamilan disebabkan oleh peningkatan kadar progesteron. Peningkatan hormone progesterone ini akan menyebabkan saluran pencernaan melambat dan waktu pengosongan lambung menjadi lebih lama. Hal ini akan membuat perjalanan makanan lebih lambat, sehingga kadang menyebabkan kembung dan rasa mual.

Untuk mengatasinya dapat dilakukan dengan Minum air yang cukup (direkomendasikan lebih kurang 2 liter), makan makanan yang kaya serat, berolahraga, dan bila diperlukan sekali dapat menggunakan pencahar untuk mengatasi gas yang berlebihan dan sembelit.

Cara mengatasi: Hindari mengonsumsi makanan dan minuman yang dapat memicu timbulnya gas. Misalnya, brokoli, kembang kol, kubis, kacang-kacangan, makanan berlemak, gorengan, bawang bombay, serta minuman bersoda. Jika perut kembung sudah terjadi, minumlah minuman hangat seperti jahe hangat, teh seduh atau makanan hangat lainnya untuk mengusir angin dari dalam perut.

Waspada ketika: muncul rasa kembung disertai dengan kram pada perut, diare berat, atau sembelit dan semakin mengganggu, konsultasikan kepada dokter.

Mual

Penyebab: Kadar hormon HCG dan esterogen yang meningkat drastis dan akan memicu bagian otak yang mengontrol mual dan muntah. Selain itu, saluran cerna juga menjadi terdesak karena memberi ruang untuk janin tumbuh.

Mual juga disebabkan karena masalah psikis. Stress saat hamil dapat meningkatkan kejadian mual dan muntah selama kehamilan.

Cara mengatasi: Kenali dan jauhi penyebab mual, misalnya jika Anda memiliki riwayat gastritis, maka hindari membiarkan perut kosong, dan makanlah sedikit-sedikit tapi sering. Konsumsi juga minuman untuk mengatasi mual seperti air perasan lemon, jahe hangat, teh mint, permen jahe.

Managemen stress dengan cara menerima kehamilan sebagai sesuatu yang menyenangkan, tidak berpikir yang buruk dan selalu berpikiran positif dapat membantu mengatasi kejadian mual dan muntah berlebihan.

Asupan cairan selama kehamilan yang direkomendasikan antara 2500-3000 ml/hari

Waspada ketika: mengalami mual dan muntah yang berlebihan, hingga 10 kali dalam sehari. Mungkin saja Anda terkena Hyperemesis Gravidarum. Segera periksakan ke dokter bila anda mengalami gejala ini.


Konstipasi

Penyebab: meningkatnya hormon progesteron, perut yang membesar, penekanan rektum, urang serat, mengonsumsi zat besi dan tidak berolahraga.

Cara mengatasi: biasakan mengonsumsi makanan sumber serat seperti buah dan sayur. Selain itu, penuhi juga kebutuhan cairan minimal 2,5 – 3 liter air putih per hari untuk membantu pencernaan. Tambah pula asupan zat prebiotik FOS dan GOS untuk memenuhi kebutuhan serat dengan mengonsumsi susu untuk ibu hamil.

Waspada jika: Anda sudah mencukupi kebutuhan serat, prebiotik, dan air, namun masih terus konstipasi, sebaiknya periksakan diri ke dokter.

Begah

Penyebab: Di masa kehamilan, rahim Anda akan membesar dan mendesak lambung hingga menyebabkan perut terasa begah.

Cara mengatasi: Minum cukup air, namun hindari mengonsumsi minumam yang mengandung kafein, gula dan soda. Hindari sayuran yang mengandung, seperti brokoli dan kol. Perbanyak juga makan serat yang akan memperlancar proses pencernaan.

Waspada ketika: begah disertai kembung mulai berlebihan di trimester ke-2 dan ke-3. Sebab itu bisa jadi salah satu gejala sakit maag, hepatitis, dan masalah empedu. Segera periksakan ke dokter kandungan Anda.

Diare

Penyebab: usus besar tidak mampu menyerap air dari tinja yang dihasilkan. Hal ini disebabkan oleh infeksi akibat kuman penyakit, keracunan makanan, dan alergi makanan. Keadaan emosi yang kurang stabil akibat perubahan kadar hormon dalam tubuh dapat mempengaruhi produksi asam lambung dan sistem pencernaan secara keseluruhan. Diare juga bisa disebabkan karena adanya tekanan pada lambung dan usus akibat ukuran rahim yang semakin membesar serta terlalu banyak mengonsumsi makanan pedas.

Cara mengatasi: hentikan untuk sementara konsumsi susu dan aneka produk olahannya, perbanyak konsumsi asam folat dan vitamin B selama sebulan, dan hindari atau kurangi konsumsi vitamin D.

Waspada ketika: diare juga bisa disebabkan adanya tekanan pada lambung dan usus akibat ukuran rahim yang semakin membesar

Maag

Penyebab: Di trimester pertama, ibu hamil cenderung tidak nafsu makan akibat mual dan muntah akibat pengaruh hormon chorionic gonadotropin. Hormon progesterone juga meningkatkan asam lambung dan membuat malas makan. akhirnya, perut sering kosong, padahal produksi asam lambung terus berlangsung.

Cara mengatasi: Hindari perut kosong, atur jadwal makan dengan pola porsi kecil, frekuensi lebih sering dan kunyah makanan dengan baik. Selalu mulai makan dengan mengonsumsi karbohidrat, nasi atau roti, apalagi saat ingin mengonsumsi makanan asam. Karena karbohidarat bekerja menetralisir asam lambung.

Waspada ketika: konsultasikan ke dokter apabila maag mulai menggangu. Hindari mengonsumsi obat maag tanpa anjuran dokter.

Nyeri ligamen

Penyebab: Ketika kehamilan mulai membesar memasuki usia 6 bulan, ligamentum rotundum yang merupakan salah satu jaringan penyangga rahim akan meregang sehingga akan terasa nyeri pada daerah perut kanan atau kiri bawah dan bisa saja menjalar hingga ke daerah sekitar paha.

Nyeri Ligamen (jaringan ikat): ini bisa ditandai dengan rasa sakit di perut bawah seperti menusuk tajam, terutama ketika Anda mengubah posisi, atau juga bisa menjadi pegal dan nyeri. Nyeri ligamen ini disebabkan oleh regangan dua ligamen besar (ligament rotundum) yang berjalan dari rahim ke pangkal paha Anda. Karena pertumbuhan rahim (terutama saat trimester kedua kehamilan), ligamen ini teregang dan menimbulkan ketidaknyamanan.

Cara mengatasi: nyeri akan hilang dengan sendiri ketika Anda berada dalam posisi bersujud. Lakukan selama kurang lebih 30-120 detik. Anda juga bias mencoba berbaring ke sisi kiri dengan posisi meringkuk seperti bayi selama 30-120 detik juga.

Waspada ketika: Jika rasa sakit sudah sangat hebat dan tidak hilang, segera periksakan ke dokter. Beberapa nyeri perut disebabkan oleh kondisi lebih serius, misalnya kehamilan ektopik (hamil diluar kandungan), pecahnya kista indung telur (ovarium) hingga usus buntu.


Apa yang harus dilakukan selama kehamilan?

  • Lakukan pemeriksaan rutin kehamilan ke tenaga kesehatan à ANC (antenatal care) sesuai anjuran, minimal 4 kali selama kehamilan, lebih baik bila mencapai 12 x selama kehamilan, yaitu 3 kali pada trimester 1, 3 kali pada trimester 2, dan 6 kali pada trimester 3.
  • Pemenuhan nutrisi yang seimbang untuk tumbuh kembang janin
  • Segera periksa ke tenaga kesehatan/ puskesmas / rumah sakit bila mengalami keluhan/ tanda bahaya selama kehamilan
  • Libatkan keluarga untuk peduli pada kehamilan



OLEH KATHARINA S. MENGE




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *