12015Apr
USG Skrining

USG Skrining

zfxkzry43ccq

DEFINISI
Pemeriksaan USG kehamilan yang dilakukan untuk melihat secara detail keseluruhan organ (anatomi) janin, dan kesejahteraan janin dalam rahim.

TUJUAN
Pemeriksaan ini bertujuan untuk melihat apakah janin dalam keadaan normal dan tidak didapatkan kelainan/kecacatan bawaan yang berat. Sebagian besar janin normal dan sehat, namun sebagian kecil memiliki masalah, terutama pada kehamilan yang berisiko tinggi.

SYARAT
Untuk mendapatkan hasil yang optimal maka usia kehamilan saat USG sebaiknya antara 20-28 minggu. Usia kehamilan yang terlalu dini menyebabkan evaluasi organ tidak optimal, karena gambaran yang masih terlalu kecil. Usia kehamilan > 28 minggu juga kurang optimal karena bayi sudah terlalu besar dan memenuhi rahim sehingga terkadang sulit mendapatkan gambar organ yang baik.

PROSEDUR
Dalam pemeriksaan ini janin akan dinilai secara detail per organ untuk mengetahui normal tidaknya. Organ yang akan dievaluasi:
• Kepala dan otak
• Wajah
• Leher dan tulang belakang
• Rongga dada
• Jantung
• Dinding perut
• Saluran pencernaan
• Saluran kemih
• Saluran reproduksi
• Alat gerak
• Kelamin

Selain itu juga akan dinilai: letak & posisi plasenta (ari2), normal tidaknya plasenta, tali pusat, cairan ketuban, dan aliran darah pada rahim maupun janin. Dari hasil pemeriksaan dapat diketahui usia kehamilan, taksiran berat badan janin, dan kesejahteraan janin dalam rahim.

WAKTU
Karena pemeriksaan ini dilakukan secara detail maka prosedur ini membutuhkan waktu 30 – 60 menit tergantung kasus. Terkadang tidak selalu pemeriksaan bisa diselesaikan dalam satu kali pertemuan, jika hal itu terjadi maka dapat dilakukan pemeriksaan ulang di kemudian hari.

AKURASI DAN FAKTOR PENYULIT
Pemeriksaan USG hanya menyimpulkan temuan yang ada saat itu, sehingga bisa saja muncul temuan baru di kemudian hari yang belum terdeteksi. Dan akurasi pemeriksaan USG skrining hanya sekitar 50-60%, artinya tetap ada kemungkinan tidak terdeteksinya suatu kelainan sekitar 40-50%. Ini disebabkan banyak faktor: posisi bayi sulit, bayi yang terus bergerak, ibu obesitas (gemuk), posisi plasenta di depan, dan hal lain yang menurunkan kualitas gambar usg. USG skrining juga hanya mendeteksi kelainan yang muncul pada saat dilakukan pemeriksaan. Sehingga jika kelainan baru muncul pada trimester ketiga maka tidak akan tampak pada saat pemeriksaan, meskipun hal ini sangat jarang terjadi. Karena itu idealnya dilakukan satu kali lagi pemeriksaan pada trimester ketiga.

USG 4D
Sebagai bonus/tambahan/pelengkap usg skrining akan dilakukan pemeriksaan USG 4D wajah, dan kelamin janin. Gambaran USG 4D wajah dan kelamin tidak selalu dapat ditampilkan pada saaat pemeriksaan karena banyak faktor yang dapat menyulitkan (menyebabkan gambaran 4D tidak bisa didapat) seperti: posisi janin telungkup/wajah menghadap belakang, wajah ditutup tangan/kaki janin, posisi ari2 di depan, posisi kepala sudah masuk panggul, gerak bayi yang terlalu aktif, dan lain sebagainya. Karena bersifat sebagai pelengkap dan bukan tujuan utama pemeriksaan skrining, maka gambaran 4D ini tidak selalu berhasil didapatkan.

dr. Muhammad Ilham Aldika Akbar SpOG
RSIA Kendangsari MERR