6 Langkah Deteksi Dini Kanker Payudara yang Wajib Dilakukan Wanita

Kanker payudara adalah jenis kanker paling umum pada wanita di Indonesia. Namun, kabar baiknya adalah kanker payudara bisa disembuhkan jika terdeteksi sejak dini. Deteksi dini memberikan peluang kesembuhan hingga 90 persen. Sayangnya, banyak wanita datang ke dokter saat kanker sudah memasuki stadium lanjut. RSIA Kendangsari sebagai rumah sakit ibu dan anak terpercaya di Surabaya akan membahas 6 langkah deteksi dini kanker payudara yang wajib dilakukan wanita.
1. Lakukan SADARI Setiap Bulan
SADARI atau Periksa Payudara Sendiri adalah langkah paling sederhana yang bisa dilakukan setiap wanita. Lakukan SADARI 7-10 hari setelah hari pertama menstruasi. Caranya dengan meraba payudara menggunakan jari untuk mendeteksi benjolan, perubahan tekstur, atau cairan abnormal. Jika menemukan benjolan, jangan panik, segera konsultasi ke dokter.
2. Kenali Faktor Risiko Kanker Payudara
Beberapa faktor risiko kanker payudara tidak bisa diubah seperti usia dan riwayat keluarga. Faktor lain bisa dikendalikan seperti pola makan, berat badan, dan konsumsi alkohol. Wanita dengan riwayat keluarga kanker payudara perlu melakukan deteksi dini lebih sering dan lebih awal.
3. Lakukan Pemeriksaan Klinis Payudara
Pemeriksaan payudara oleh tenaga medis profesional sebaiknya dilakukan setiap 1-3 tahun untuk wanita usia 20-39 tahun. Untuk wanita di atas 40 tahun, pemeriksaan klinis dianjurkan setiap tahun. Dokter akan meraba payudara dan area sekitarnya untuk mendeteksi kelainan.
4. Mamografi Rutin Setelah Usia 40 Tahun
Mamografi adalah pemeriksaan rontgen payudara yang bisa mendeteksi kanker sebelum teraba. Wanita usia 40-49 tahun disarankan mamografi setiap 1-2 tahun. Wanita di atas 50 tahun dianjurkan setiap tahun. Mamografi bisa mendeteksi tumor kecil yang belum teraba dengan SADARI.
5. USG Payudara untuk Deteksi Lebih Detail
USG payudara menggunakan gelombang suara untuk melihat struktur jaringan payudara. Pemeriksaan ini berguna untuk membedakan benjolan padat dari kista berisi cairan. USG sering digunakan sebagai pemeriksaan tambahan setelah mamografi, terutama untuk wanita dengan jaringan payudara padat.
6. Konsultasi dan Skrining Rutin ke Dokter
Konsultasi rutin dengan dokter membantu memantau kesehatan payudara secara keseluruhan. Dokter akan merekomendasikan jadwal skrining yang sesuai dengan usia dan faktor risiko Anda. Jangan menunda konsultasi meskipun tidak ada keluhan, karena deteksi dini menyelamatkan nyawa.
Kesimpulan
Deteksi dini kanker payudara bisa dilakukan dengan langkah sederhana mulai dari SADARI hingga mamografi rutin. Semakin dini terdeteksi, semakin besar peluang kesembuhan. RSIA Kendangsari siap membantu Anda dengan layanan skrining dan konsultasi kesehatan payudara.


