Shop

Six column products

Proactively envisioned multimedia based expertise and cross-media growth strategies. Seamlessly visualize quality intellectual capital without superior collaboration and idea-sharing. Holistically pontificate installed base portals.

[products columns=”6″]

Selamat datang di trimester ke-3 dan terakhir!

Pada sesi ini akan dibahas tentang perkembangan kehamilan trimester 3 baik yang terjadi pada ibu maupun bayi .

Anemia Defisiensi besi merupakan penyebab patologis anemia yang paling umum pada kehamilan. Penyebab anemia defisiensi besi biasanya:

  • Asupan makanan yang tidak memadai pada wanita usia reproduksi
  • Kehilangan zat besi berulang dalam darah menstruasi
  • Kehilangan darah dari kehamilan sebelumnya

Perubahan fisiologis normal dari peningkatan volume plasma menyebabkan hemodilusi pada wanita hamil. Meskipun massa sel darah merah meningkat, volume plasma meningkat secara tidak proporsional, mengakibatkan penurunan hemoglobin (Hb) menjadi sekitar 11,5g/dl.

Wanita yang cukup zat besi kehilangan rata-rata 25-45 ml darah melalui menstruasi atau 0,7-1,4 mg/hari kehilangan zat besi. Kehilangan darah menstruasi sebesar 50-60 ml tampaknya merupakan batas atas normal, karena wanita yang melebihi batas ini pada akhirnya mengalami Anemia Defisiensi Besi.

Anemia terjadi pada sepertiga wanita selama trimester ketiga, yang paling umum disebabkan oleh:

  • Kekurangan zat besi
  • Kekurangan folat
  • Kehilangan darah akut saat proses melahirkan sebelumnya, merupakan penyebab umum anemia defisiensi besi.

Gejala awal anemia biasanya tidak ada atau tidak spesifik (misalnya, kelelahan, lemas, pusing, dan dispnea ringan saat beraktivitas). Gejala dan tanda lain mungkin termasuk pucat dan, jika anemia parah, takikardia atau hipotensi.

Bila anemia berlanjut, maka dapat terjadi hal-hal berikut:

  • Janin mungkin tidak menerima cukup oksigen, yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan normal, terutama otak.
  • Wanita hamil mungkin menjadi sangat lelah dan sesak napas.
  • Risiko persalinan prematur meningkat.
  • Setelah melahirkan, risiko infeksi pada wanita meningkat.

Diagnosis anemia dimulai dengan pemeriksaan darah lengkap. Kadar hemoglobin (Hb) dan Hct (hematokrit) berikut diklasifikasikan sebagai anemia pada pasien hamil:

  • Trimester pertama: Hb < 11 g/dL; Hct < 33%
  • Trimester kedua: Hb < 10,5 g/dL; Hct < 32%
  • Trimester ketiga: Hb < 11 g/dL; Hct < 33%

Pengobatan Anemia Defisiensi Besi pada Kehamilan

  • Biasanya suplemen zat besi oral setiap hari atau dua hari sekali
  • Zat besi intravena (Suntikan)

Pencegahan Anemia Defisiensi Besi pada Kehamilan

Semua pasien hamil sebaiknya mengonsumsi suplemen zat besi dosis rendah pada trimester pertama untuk mencegah anemia saat persalinan. Jika Hb < 11,5 g/dL pada awal kehamilan, suplemen zat besi tambahan dapat diberikan sebagai profilaksis karena hemodilusi selanjutnya biasanya menurunkan Hb menjadi < 10 g/dL.

sumber :

Jessica.(2024).Anemia in Pregnancy – Gynecology and Obstetrics – MSD Manual Professional Edition.

Kontraksi Braxton Hicks adalah sensasi menegang yang mungkin Anda rasakan sebelum persalinan dimulai. Anda bisa menganggapnya seperti kontraksi “latihan”/ kontraksi palsu. Kontraksi ini mungkin dimulai pada trimester kedua atau ketiga, dan itu normal. Braxton Hicks adalah cara tubuh Anda bersiap untuk persalinan yang sesungguhnya.

Kontraksi Braxton Hicks bisa terasa seperti  kram menstruasi ringan  atau sesak tiba-tiba di perut. Kontraksi ini mungkin terasa tidak nyaman, tetapi Anda seharusnya sudah bisa berbicara dan berjalan setelahnya.

Beberapa hal yang mungkin memicunya adalah:

  • Aktif beraktifitas tanpa istirahat
  • Harus buang air kecil yang lebih sering
  • Berhubungan seks
  • Mengangkat sesuatu yang berat

Bagaimana saya bisa tahu apakah itu Braxton Hicks atau kontraksi sungguhan?

Kontraksi Braxton Hicks tidak teratur, tidak dapat diprediksi, dan tidak pernah terasa sangat sakit. Kontraksi ini datang dan pergi secara acak dan mereda ketika Anda mengubah posisi atau berjalan.

Di sisi lain, kontraksi persalinan yang sesungguhnya akan datang dengan interval yang lebih teratur dan berlangsung sekitar 40–60 detik dalam 10 menit terdapat beberapa kali kontraksi. Kontraksi tersebut akan terasa lebih menyakitkan dan semakin dekat. Berbicara dan berjalan akan menjadi sulit.

Hemorhoid adalah pelebaran dari jaringan submukosa yang mengandung venula, arteriola, dan jaringan otot lunak yang terdapat pada kanalis analis.

Hemorhoid pada wanita hamil banyak dijumpai dan merupakan keadaan yang fisiologis menyertai kehamilan. Kehamilan akan meningkatkan insiden hemorhoid, dimana lebih dari 50% wanita hamil dijumpai kasus ini. Risiko akan meningkat 20-30% setelah kehamilan kedua atau lebih.

Penyebab hemorhoid secara pasti tidak diketahui, konstipasi kronis dan mengejan saat defekasi dapat berperan penting. Mengejan secara terus-menerus dan BAB yang keras menyebabkan pembesaran dan prolaps sekunder bantalan pembuluh darah hemorhoidalis.

Gejala Klinis

  1. Perdarahan umumnya merupakan tanda pertama dari hemorhoid interna akibat trauma oleh feses yang keras. Darah yang keluar berwarna merah segar dan tidak tercampur dengan feses, dapat hanya berupa garis pada feses atau kertas pembersih sampai pada perdarahan yang terlihat menetes atau mewarnai air toilet menjadi merah.
  2. Hemorhoid yang membesar secara perlahan-lahan akhirnya dapat menonjol ke luar dan menimbulkan prolaps. Pada tahap awal, penonjolan ini hanya terjadi pada waktu defekasi dan disusul reduksi spontan setelah defekasi. Pada stadium yang lebih lanjut, hemorhoid interna ini perlu didorong kembali setelah defekasi agar masuk kembali ke dalam anus. Pada akhirnya hemorhoid dapat berlanjut menjadi bentuk yang mengalami prolaps menetap dan tidak bisa didorong masuk kembali.

Pengaruh Hemorhoid terhadap Kehamilan 

Hemorhoid tidak terlalu membahayakan, baik bagi ibu maupun janinnya. Meskipun sering keluar darah dari duburnya namun tidak akan menularkan penyakit pada janin karena hemorhoid sama sekali tidak berhubungan langsung dengan janin yang keluar dari vagina. Ibu akan mengalami ketidaknyamanan sehingga aktivitas seharihari menjadi terganggu dan tidak menjalani kehamilannya dengan nyaman akibat perih yang dia rasakan.

Bahaya hemorhoid pada wanita hamil adalah timbulnya perdarahan yang bisa mengakibatkan anemia.

Hemorhoid bukan penghalang bagi ibu hamil yang ingin melahirkan normal meskipun yang diderita pada derajat tiga. Pada kebanyakan wanita, hemorhoid yang disebabkan oleh kehamilan merupakan hemorhoid temporer, yang berarti akan hilang beberapa saat setelah melahirkan.

sumber:

Carolina, dkk.(2024).Hemorhoid Dalam Kehamilan.Departemen Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Sriwijaya, Palembang, Sumatera Selatan

Prevalensi wanita yang didiagnosa diabetes meningkat sepanjang tahunnya. Peningkatan ini umumnya karena peningkatan DM tipe 2 yang umumnya ditemukan pada orang gemuk yang sering disebut diabesity. Dengan meningkatnya prevalensi DM tipe 2 secara umum dan khususnya lagi pada orang usia muda mengakibatkan kejadian DM dalam kehamilan meningkat.

Diabetes Mellitus merupakan salah satu penyulit medik yang sering terjadi selama kehamilan. Angka kejadian berkisar 3-5% dari semua kehamilan.. Peningkatan angka kematian dan angka kesakitan perinatal pada kehamilan dengan DM berkolerasi langsung dengan kondisi hiperglikemia pada ibu.

FAKTOR RISIKO TERJADINYA DIABETES PADA KEHAMILAN

Beberapa faktor risiko terjadinya diabetes, baik sebelum terjadinya kehamilan ataupun saat hamil adalah sebagai berikut:

Faktor risiko rendah:

  • Usia <25 tahun
  • Berat badan normal sebelum hamil
  • Tidak ada riwayat keluarga DM
  • Tidak ada riwayat kelainan toleransi glukosa
  • Tidak ada riwayat obsterik yang jelek
  • Bukan kelompok etnis dengan prevalensi tinggi terjadinya DM

Faktor risiko tinggi:

  • Usia >30 tahun
  • Obesitas
  • Polycystic ovarian syndrome
  • Riwayat kehamilan dengan intoleransi glukosa
  • Riwayat bayi besar (>4000g)
  • Riwayat melahirkan bayi dengan cacat bawaan
  • Riwayat preeklampsia pada kehamilan sebelumnya
  • Riwayat abortus sebelumnya
  • Riwayat keluarga dengan DM

KOMPLIKASI DIABETES PADA KEHAMILAN

Diabetes pada kehamilan memiliki dampak yang kuat pada ibu dan janin. Wanita hamil dengan diabetes memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami pre-eklampsia dan kebutuhan untuk melahirkan melalui operasi caesar. Sebagian besar risiko ini terkait dengan tingkat kontrol glikemik selama kehamilan, dengan kontrol glikemik yang buruk menyebabkan risiko yang lebih tinggi untuk hasil kehamilan yang buruk. Risiko ini seperti komplikasi kehamilan dan bayi seperti persalinan prematur, cairan ketuban berlebih, bayi besar, perawatan di unit intensif neonatal, sindrom gangguan pernapasan neonatal, hipoglikemia janin, dan hyperbilirubinemia. Peningkatan risiko meninggal saat lahir juga meningkat. Selain risiko terkait kehamilan, wanita yang didiagnosis dengan diabetes gestasional memiliki peningkatan risiko terkena diabetes mellitus tipe 2 di kemudian hari.

KAPAN PERLU MEMERIKSAKAN DIRI?

Berdasarkan pedoman American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) semua wanita hamil harus diskrining untuk diabetes gestasional menggunakan riwayat, faktor risiko klinis, atau tes skrining glukosa. Skrining untuk diabetes gestasional biasanya dilakukan pada usia kehamilan trimester awal. Skrining dini dianjurkan pada wanita dengan faktor risiko (yaitu, riwayat diabetes gestasional, gangguan metabolisme glukosa yang diketahui, atau obesitas [indeks massa tubuh 30 atau lebih]). Jika hasil skrining awal negatif, skrining harus diulang pada usia kehamilan 24 hingga 28 minggu.

TATALAKSANA DIABETES PADA KEHAMILAN

Semua ibu hamil dengan diabetes pada kehamilan disarankan untuk memeriksakan diri langsung ke dokter spesialis penyakit dalam untuk mendapatkan tatalaksana dan pengawasan komprehensif sebelum persalinan.

MUNGKINKAH IBU HAMIL DENGAN DIABETES MELAKUKAN PERSALINAN NORMAL?

Tentu saja bisa. Jika kadar gula darah normal dan tidak ada komplikasi yang terjadi, baik pada ibu maupun janin, persalinan normal dapat dilakukan dengan pengawasan dokter. Pemeriksaan gula darah ibu harus dilakukan lebih sering saat mendekati persalinan dan selama proses persalinan karena dikhawatirkan gula darah belum stabil. Bila terjadi komplikasi saat persalinan, maka dokter akan menyarankan untuk dilakukan operasi Sectio Caesaria.

Diebetes yang terjadi pada kehamilan memiliki efek yang buruk baik pada ibu maupun bayi yang dikandungnya. Skrining diabetes saat kehamilan disarankan pada usia kehamilan trimester awal, dan skrining lebih awal disarankan bagi ibu hamil yang memiliki faktor risiko diabetes dalam kehamilan. Sangat disarankan untuk segera berobat ke dokter spesialis penyakit dalam untuk dilakukan tatalaksana dan pengawasan komprehensif jika terbukti mengalami diabetes. Ibu hamil dengan diabetes masih mungkin untuk melahirkan normal jika gula darah terkontrol dan tidak ada komplikasi yang terjadi pada ibu dan janin.

Sumber:

Lende M, Rijhsinghani A. Gestational Diabetes: Overview with Emphasis on Medical Management. International Journal of Environmental Research and Public Health. 2020;17(24):9573.

Kemenkes RI.(2022). Diabetes Dalam Kehamilan.

Tanda Bahaya Kehamilan Trimester 3

Memasuki minggu-minggu terakhir kehamilan, fokus kita beralih sepenuhnya pada Persiapan Persalinan. Ini bukan hanya tentang menyiapkan tas persalinan, tetapi juga menyusun rencana yang komprehensif. Mulai dari kapan harus pergi ke rumah sakit, siapa yang akan mendampingi, hingga teknik pernapasan yang efektif. Sesi pembuka ini akan menjadi peta jalan Anda, membantu Bunda menyusun rencana persalinan (birth plan) yang solid, mengurus logistik, dan memastikan setiap detail kecil telah dipikirkan. Bersiaplah untuk menjadi orang tua!

 

Mencari tahu persyaratan administratif dan prosedur medis untuk melahirkan di RSIA Kendangsari adalah langkah persiapan yang sangat penting.

Berdasarkan informasi umum dari rumah sakit dan praktik standar, berikut adalah poin-poin yang umumnya menjadi persyaratan atau prosedur yang harus dipersiapkan:

Setelah sembilan bulan menanti, tibalah saatnya untuk merangkai daftar perlengkapan penting. Topik kita kali ini adalah ‘Hospital Bag’ atau Tas Persiapan Persalinan, yaitu tas ajaib yang berisi segala kebutuhan esensial Bunda, dan Si Kecil selama berada di Rumah Sakit.

No Content


Hubungi Kami


Kontak

031 8347200 / 031 8436200
082257251113


Lokasi Kami

Jl. Raya Kendangsari 38 Surabaya
Jawa Timur




Subscribe


Mendaftarlah ke buletin RSIA Kendangsari untuk menerima semua berita dan diskon dari RSIA Kendangsari Surabaya





    Social Media


    Instagram

    @rsiakendangsari


    Youtube

    Rumah Sakit Ibu dan Anak Kendangsari


    Facebook

    @rsiakendangsarisurabaya




    Copyright by RSIA Kendangsari 2024. All rights reserved.



    Copyright by RSIA Kendangsari  2024. All rights reserved.