postnatal-period-with-mother-child.webp?fit=1000%2C667&ssl=1

Baby blues adalah kondisi perubahan suasana hati, atau mood swing, maupun perasaan sedih dan tidak bersemangat setelah melahirkan. Usai melahirkan, kadar hormon akan turun, yang akan memengaruhi suasana hati. Bayi yang baru lahir mungkin juga bangun setiap saat, jadi ibu tidak cukup tidur. Belum lagi sebagian besar ibu akan merasa khawatir tentang merawat bayi, dan itu membuat ibu merasa stres yang belum pernah ditangani sebelumnya. 

Umumnya, baby blues hanya berlangsung sampai 2 minggu pascapersalinan. Kondisi ini dapat dialami oleh orang tua baru, sudah berapa kalipun ia melahirkan, dari segala usia, pendapatan, budaya atau tingkat pendidikan. Baby blues dapat hilang dengan sendirinya, tanpa perawatan khusus, intervensi atau pengobatan.. Meski tampak sepele, baby blues perlu diatasi agar kondisinya tidak berlarut-larut dan berkembang menjadi depresi. Berikut beberapa ciri ibu yang mengalami baby blues :

1. Menangis tanpa ada alasan yang jelas

2. Merasa mudah tersinggung, mudah marah, dan cemas

3. Mengalami mood swing

4. Tidak sabaran

5. Kelelahan sehingga membuat ibu tidak mampu mengurus diri sendiri

6. Konsentrasi menurun

7. Tidak nafsu makan

8. Hipersensitif terhadap kritik

9. Sulit tidur atau insomnia meskipun sangat Lelah

10. Merasa tidak sayang dengan bayi yang baru dilahirkan

Meskipun mengalami baby blues, Bunda juga biasanya tidak sampai merasa kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari. Kondisi ini berbeda dengan depresi pascamelahirkan yang bisa membuat seorang ibu merasa sedih berlarut-larut sampai kesulitan beraktivitas, bahkan untuk merawat diri sendiri.


pusing-hamil.jpg?fit=533%2C800&ssl=1

Pusing saat hamil merupakan kondisi yang cukup sering terjadi selama masa kehamilan. Meski terkesan ringan, keluhan ini kerap mengganggu aktivitas sehari-hari. Namun, Bunda tidak perlu khawatir, karena ada beragam cara untuk mengatasinya, kok.

Pusing di awal kehamilan atau trimester pertama dapat terjadi akibat peningkatan hormon progresteron yang berfungsi untuk mengendurkan dan melebarkan otot di dinding pembuluh darah. Aktivitas ini berfungsi untuk meningkatkan aliran darah dari ibu ke janin.

Pada trimester kedua, pertumbuhan dan perkembangan janin menyebabkan ukuran rahim semakin besar. Hal ini membuat rahim mendorong dan menekan pembuluh darah di sekitarnya, sehingga aliran darah ke jantung dan otak sedikit berkurang. Inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa ibu hamil sering merasa pusing.

Pusing akibat terlalu lama berbaring biasanya terjadi pada trimester ketiga kehamilan. Pada kondisi ini, pusing bisa disebabkan oleh aliran darah yang berkurang akibat penekanan pembuluh darah utama yang membawa darah ke jantung. Dengan begitu, sirkulasi darah ke otak pun menjadi berkurang sehingga menyebabkan pusing.

Gejala dan Ciri-ciri

Gejala pusing dalam kehamilan bisa bervariasi, tetapi beberapa tanda umumnya meliputi:

  1. Sensasi kepala ringan atau melayang.
  2. Pandangan kabur atau gelap sesaat.
  3. Kesulitan menjaga keseimbangan.
  4. Mual yang disertai pusing.
  5. Rasa lelah yang berlebihan.
  6. Berkeringat dingin.
  7. Detak jantung cepat atau tidak teratur.

Faktor Risiko

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko pusing dalam kehamilan antara lain:

  1. Tekanan Darah Rendah: Tekanan darah cenderung menurun selama trimester pertama dan kedua karena pembuluh darah melebar.
  2. Hipoglikemia: Kadar gula darah rendah akibat tidak makan cukup atau terlalu lama antara waktu makan.
  3. Anemia: Kekurangan sel darah merah atau hemoglobin dapat menyebabkan pusing.
  4. Morning sickness: Pusing juga banyak dialami oleh ibu hamil yang mengalami morning sickness, yaitu kondisi ketika ibu hamil mengalami mual dan muntah. Apabila muntah terjadi terus-menerus, ibu hamil bisa mengalami kekurangan gula darah dan dehidrasi, sehingga muncul keluhan pusing.
  5. Dehidrasi: Kurangnya asupan cairan dapat menyebabkan pusing.
  6. Perubahan Posisi Mendadak: Bangun dari posisi duduk atau berbaring terlalu cepat dapat menyebabkan darah tidak mengalir dengan baik ke otak.
  7. Kekurangan Oksigen: Ruangan yang pengap atau tidak berventilasi baik dapat mengurangi suplai oksigen, menyebabkan pusing.
  8. Kondisi Medis Lain: Gangguan pada sistem kardiovaskular atau sistem saraf, diabetes gestasional, hipertensi gestasional, keguguran, preeklamsia, asma, atau infeksi.
  9. Bisa disebabkan oleh kondisi lain, seperti kelelahan, aktivitas fisik terlalu berat, stres, dan kurang tidur.

Bahaya

Meskipun pusing dalam kehamilan umumnya tidak berbahaya, namun dapat menyebabkan beberapa risiko, terutama jika sering terjadi atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan:

  1. Pingsan: Risiko terjatuh dan cedera.
  2. Komplikasi Kehamilan: Jika pusing disebabkan oleh kondisi medis seperti preeklampsia, diabetes gestasional, atau anemia berat, perlu penanganan medis segera.
  3. Kecemasan dan Ketidaknyamanan: Rasa pusing yang berulang dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan kecemasan berlebih pada ibu hamil.

Cara Pemeriksaan

Untuk memastikan penyebab pusing dalam kehamilan dan menentukan langkah penanganan yang tepat, beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan meliputi:

  1. Pemeriksaan Tekanan Darah: Untuk mengukur tekanan darah dan memastikan tidak ada kondisi seperti hipotensi.
  2. Tes Darah: Untuk mengevaluasi kadar hemoglobin, gula darah, dan elektrolit.
  3. Pemeriksaan Fisik: Melihat tanda-tanda vital dan memeriksa kemungkinan penyebab lain dari pusing.
  4. Pemantauan Kondisi Kehamilan: Melakukan USG atau pemeriksaan lanjutan jika diperlukan.

Cara Mencegah

Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko pusing dalam kehamilan antara lain:

  1. Hindari Berdiri Terlalu Lama: Jika perlu berdiri lama, pastikan untuk bergerak atau menggerakkan kaki agar aliran darah tetap lancar.
  2. Pola Makan Teratur: Makan secara teratur dan pastikan asupan nutrisi seimbang.
  3. Hindari Dehidrasi: Pastikan asupan cairan cukup, terutama saat cuaca panas.
  4. Ventilasi Ruangan: Pastikan ruangan memiliki sirkulasi udara yang baik untuk menghindari kekurangan oksigen.
  5. Kendalikan Stres: Teknik relaksasi seperti meditasi atau yoga dapat membantu mengurangi stres yang dapat memicu pusing.

Dengan memahami penyebab dan cara mengatasi pusing dalam kehamilan, ibu hamil dapat menjalani kehamilan dengan lebih nyaman dan aman. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter jika ada gejala yang dirasakan, agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Cara Menghadapi Pusing

1. Konsumsi makanan kaya zat besi

Zat besi merupakan nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk membentuk sel darah merah. Oleh karena itu, untuk mencegah dan mengatasi anemia, Bumil dianjurkan untuk mengonsumsi makanan kaya zat besi, seperti daging merah, ikan, biji-bijian, dan dan kacang-kacangan.

Saat mengonsumsi makanan tersebut, pastikan untuk mengolah dan memasaknya hingga matang sepenuhnya, ya. Hal ini penting dilakukan untuk mencegah penularan penyakit yang dapat menular dari makanan mentah, seperti demam tifoid dan infeksi toxoplasma.

2. Terapkan pola makan secara teratur

Tak hanya rutin mengonsumsi makanan sehat, Bunda juga perlu makan secara teratur agar kadar gula darah tetap stabil. Idealnya, setiap ibu hamil dianjurkan untuk makan dengan porsi sedikit, tetapi sering. Hindari makan dalam porsi terlalu banyak karena bisa saja membuat Bumil merasa mual. Hindari pula konsumsi makanan yang terlalu banyak mengandung gula atau lemak.

3. Cukupi kebutuhan cairan tubuh

Minum air putih yang cukup selama kehamilan perlu dilakukan setiap hari agar Bumil terhindar dari dehidrasi. Agar lebih aman, Bumil sebaiknya menghindari minuman yang mengandung kafein, seperti teh, kopi, dan minuman berkarbonasi, karena jenis minuman ini bisa membuat Bumil merasa mual atau pusing.

4. Pastikan tubuh selalu aktif bergerak

Agar aliran darah tetap lancar, Bumil perlu rutin bergerak dan berolahraga. Jika pekerjaan Bumil lebih banyak duduk, cobalah untuk berjalan sesekali atau lakukan stretching. Namun, tetap berhati-hati karena Bunda mungkin sulit menjaga keseimbangan tubuh, terutama pada trimester akhir kehamilan.

5. Hindari berbaring telentang terlalu lama

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, telentang dalam waktu lama akan menyebabkan tertekannya pembuluh darah utama yang membawa darah kembali ke jantung sehingga menghambat sistem sirkulasi. Berbaring menyamping saat hamil memang sulit, tetapi Bumil jangan ragu untuk meminta bantuan pasangan, ya.

6. Hindari mandi air hangat terlalu lama

Ibu hamil boleh saja mandi atau berendam air hangat, tetapi sebaiknya jangan terlalu lama. Agar lebih aman, Bumil sebaiknya mandi air hangat cukup selama 10 menit saja. Jika Bumil mandi air hangat atau sauna terlalu lama, hal ini berisiko menyebabkan kenaikan suhu tubuh, sehingga membuat Bumil rentan dehidrasi dan pusing karena kekurangan cairan tubuh.

7. Hentikan kebiasaan merokok

Merokok selama hamil dapat meningkatkan risiko darah tinggi dan eklamsia. Tak hanya itu, bahaya rokok saat hamil juga akan memberi dampak bagi kesehatan janin, mulai dari bayi lahir prematur hingga cacat lahir pada bayi.

8. Kurangi stres

Stres dan rasa cemas saat hamil juga kerap menjadi penyebab pusing saat hamil. Oleh karena itu, Bumil perlu mengelola stres dengan baik agar tidak sering merasa pusing. Hal ini bisa dilakukan dengan melakukan relaksasi, mencoba latihan pernapasan, atau berolahraga ringan. Selain itu, Bumil juga perlu tidur yang cukup, yaitu sekitar 7–9 jam setiap malam agar tubuh bisa memperoleh energi yang cukup.

9. Rutin control

Jangan lupa untuk kontrol kehamilan secara rutin sesuai anjuran dokter dan mengonsumsi suplemen kehamilan yang telah diresepkan dokter. Meski pusing ketika hamil dapat disebabkan oleh berbagai hal, biasanya gejala ini bersifat ringan dan dapat hilang dengan sendirinya tanpa konsumsi obat pusing.

Bila berbagai cara di atas belum efektif untuk mengatasi pusing saat hamil atau keluhan disertai gejala lain, seperti kulit pucat, bibir kering, diare, demam, hingga pingsan, segera periksakan diri ke dokter agar dapat diketahui penyebabnya dan diberikan penanganan yang tepat.

Tips yang Bisa Dijalankan

Berikut beberapa tips praktis yang dapat membantu mengurangi dan mencegah pusing selama kehamilan:

  1. Konsumsi Camilan Sehat: Bawa camilan sehat seperti buah-buahan, kacang-kacangan, atau biskuit gandum untuk menjaga kadar gula darah.
  2. Pakai Pakaian Longgar: Kenakan pakaian yang longgar dan nyaman untuk meningkatkan sirkulasi darah.
  3. Jaga Pola Tidur: Pastikan tidur cukup setiap malam, dan jika perlu, tambahkan waktu istirahat siang.
  4. Lakukan Olahraga Ringan: Seperti jalan kaki atau senam kehamilan, yang dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah dan menjaga kebugaran.
  5. Konsultasi dengan Dokter: Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika pusing sering terjadi atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan.
  6. Jangan bangun terlalu cepat dari tempat tidur atau kursi.
  7. Jangan terlalu lama dan sering berendam dalam air panas (tubuh akan menjadi panas secara berlebihan).
  8. Jangan berdiri terlalu lama. Jika terpaksa berdiri lama, cobalah tarik otot-otot perut sedikit ke dalam dan gerakan jari kaki agar sirkulasi darah tetap lancar.
  9. Coba hirup minyak mentol atau minyak berbau segar.
  10. Jangan biarkan perut lapar karena kadar gula darah bisa turun drastis
  11. Selalu cek tekanan darah.
  12. Minumlah cukup cairan agar tidak mengalami dehidrasi.

WhatsApp-Image-2024-09-12-at-14.08.29-2.jpeg?fit=1080%2C1080&ssl=1

#kslayanan
Bunda yang sedang hamil yuk manfaatkan penawaran spesial promo SEMANGAT – SEptember meMANG hemAT untuk pemeriksaan Triple Eliminasi di RSIA Kendangsari.

Setiap ibu hamil disarankan melakukan pemeriksaan triple elinimasi. Pemeriksaan ini bermanfaat untuk mendeteksi penyakit HIV, Sifilis dan Hepatitis B yang berpotensi ditularkan ke janin, sehingga dokter dapat menentukan langkah pencegahan agar penyakit tersebut tidak menular pada janin.

Tunggu apa lagi? Daftar sekarang yuk Bunda…
Dapatkan informasi selengkapnya di Layanan Pelanggan kami di nomor
?082257251113
☎️(031)8437200/8436200


website-cms-16269813558901872.jpg?fit=257%2C171&ssl=1

 

ASI berwarna pink mengindikasikan adanya darah dalam ASI. Penyebab dari ASI yang berwana pink sangat beragam dimulai dari puting payudara lecet, infeksi pada payudara yang disebut mastitis, pembuluh darah pecah akibat bayi yang terlalu kencang saat mengisap putting hingga tumor payudara yang ditandai adanya benjolan. Penyebab yang paling sering dialami ibu adalah puting payudara yang lecet, hal ini dapat terjadi karena perlekatan menyusui yang kurang tepat bahkan penggunaan pompa asi dengan posisi yang salah. Sehingga posisi menyusui yang tepat adalah pencegahan yang utama agar tidak terjadi puting yang lecet. Perlekatan yang benar ditandai dengan dagu menempel ke payudara, mulut terbuka lebar, sebagian besar areola terutama yang berada dibawah masuk kedalam mulut bayi, bibir bayi terlipat keluar, pipi bayi tidak boleh kempot, tidak boleh terdengar bunyi decak melainkan bunyi menelan, ibu tidak kesakitan dan bayi tenang.

Menyusui dalam kondisi puting yang berdarah dianggap aman, sehingga ibu masih dapat menyusui dan memberi ASI Perah (ASIP) meskipun puting berdarah atau melihat darah pada ASIP. Sedikit darah dalam ASI tidaklah berbahaya, selama bayi menyusu dengan baik yaitu anak tidak muntah serta ibu masih dapat menyusui tanpa rasa sakit. Namun, bila dalam seminggu tidak kunjung sembuh ataupun jumlah tetesan darah banyak, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk menghindari kemungkinan masalah medis lainnya. Beberapa cara mengatasi adanya darah ASI yang disebabkan putting susu yang lecet adalah dengan perhatikan teknik menyusui, perawatan putting susu dengan krim / salep, kompres dingin untuk mengurangi nyeri.

Oleh :  dr. Roro Sri Tanjung Wigid Putri Kinasih – Dokter Klinik Umum


WhatsApp-Image-2023-09-18-at-11.02.12-AM-scaled-1.jpeg?fit=1200%2C1200&ssl=1

#kslayanan
Info penting untuk semua ibu hamil ini…

Dapatkan penawaran spesial promo pemeriksaan Triple Eliminasi di RSIA Kendangsari selama periode 1 – 30 September 2023.

Setiap ibu hamil disarankan melakukan pemeriksaan triple elinimasi. Pemeriksaan ini bermanfaat untuk mendeteksi penyakit HIV, Sifilis dan Hepatitis B yang berpotensi ditularkan ke janin, sehingga dokter dapat menentukan langkah pencegahan agar penyakit tersebut tidak menular pada janin.

Jangan terlewat ya, dapatkan informasi selengkapnya di Layanan Pelanggan kami di nomor
?082257251113
☎️(031)8437200/8436200

#rsiasurabaya
#rsiakendangsari
#rsiaterbaik
#kehamilan
#hamil
#antenatal
#eracs
#persalinannormal
#caesar
#hiv
#hepatitis
#sifilis
#sex
#menular
#laboratorium
#pelayanan
#rumahsakitsurabaya
#promil
#programhamil
#surabaya
#tranding
#viral
#informasikesehatan


WhatsApp-Image-2023-02-27-at-9.11.01-AM.jpeg?fit=1048%2C1048&ssl=1

#kslayanan
Deteksi anemia defisiensi besi (ADB) sedini mungkin yuk Ayah Bunda…

Anemia yang disebabkan karena kekurangan zat besi menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang terkadang tidak disadari dan merupakan jenis Anemia yang paling banyak terjadi, yaitu sekitar 50% dari seluruh jenis anemia yang ada. Kondisi ini dapat dialami siapapun pada kelompok usia manapun. Penyebab ADB cukup bervariasi, kondisi ini sering terjadi pada orang yang memiliki kondisi berikut:
• Kurang mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi
• Tidak bisa menyerap zat besi dengan optimal
• Mengalami perdarahan
• Sedang hamil sehingga membutuhkan lebih banyak zat besi

Sedangkan pada anak-anak Tanda gejala ADB itu sendiri akan mengakibatkan :
• Kepala pusing atau berkunang-kunang.
• Denyut jantung yang cepat.
• Kulit terlihat pucat, terutama di sekitar tangan, kuku, dan kelopak mata.
• Anak menjadi lebih rewel.

Nah saat ini telah hadir di RSIA Kendangsari layanan Paket Skrining Anemia yang menyediakan 3 pilihan paket sesuai kebutuhan Ayah Bunda. Yuk segera lakukan skrining anemia agar bisa mendeteksi sejak dini sehingga mengoptimalkan pengobatan. Informasi selengkapnya dapat menghubungi Layanan Pelanggan kami di nomor WA 082257251113 atau telepon (031) 8437200/8436200

#rsia
#rsiasurabaya
#rsiakendangsari
#rumahsakitibudananak
#bundadanbuahhati
#anemia
#anemiadefisiensibesi
#haemoglobin



Breastfeeding Journey atau perjalanan menyusui setiap Bunda dan buah hati tercinta memiliki cerita yang berbeda-beda. Seperti yang dikisahkan Bunda @supernopha berikut ini tentang bagaimana perjalanan menyusui triplet atau kembar 3.
Yuk Ayah Bunda simak kisahnya berikut ini

“Perjalanan Menyusui Triplet”
Cerita menyusui diwarnai perjuangan supaya ASI lancar selagi mereka masih di ruang NICU selama hampir 1 bulan. Di RSIA Kendangsari, Alhamdulillah dokter dan susternya support dan telaten sekali membantu dan mengajari bagaimana cara agar bisa memenuhi kebutuhan ASI triplet. Oh iya putri-putri kami ini merupakan triplet pertama di RSIA Kendangsari

Menyusui triplet bisa dibilang banyak tantangannya. Puting saya termasuk datar, sehingga bagi triplet yang ukuran mulutnya masih kecil tentunya masih agak susah buat menyusui. Saat masih di NICU pemberian ASI menggunakan pipet dan cup feeder, kalau untuk menyusui, masih pakai bantuan nipple shield. Itu pun juga mereka tidak langsung bisa, jadi memang harus sabar.
Ketika pulang dari rumah sakit, makin penuh tantangan nyusuin triplet karena sempat keteteran dengan jadwal mompa ASI untuk stok (misal saat dua bayi menyusu yang satunya minum ASIP pakai cupfeeder). Belum lagi triplet kalo menyusu waktunya lumayan lama dan tidak mau lepas. Akhirnya 2 tahun perjalanan menyusui triplet telah selesai dan akan selalu menjadi kisah manis untuk diceritakan.

Saya ingin share sedikit tips menyusu untuk Bunda yang juga sedang menyusui
• Harus sabar dan telaten yang pasti. Karena kalo nggak sabar sudah mau nyerah aja bawaannya.
• Istirahat yang cukup dan makan teratur karena bisa berpengaruh ke produksi ASI.
• Support dari suami & keluarga juga penting. Biar tetep semangat memberikan ASI ke triplet. Sempat sudah mau nyerah, Alhamdulillah ada suami dan teman komunitas yang selalu support
• Jangan ragu untuk meminta bantuan kepada dokter/konselor laktasi, agar menyusui menjadi mudah dan menyenangkan.

Semoga kisah ini menjadi inspirASI bagi semua Bunda yang sedang menyusui.


WhatsApp-Image-2021-01-12-at-12.35.30-PM.jpeg?fit=1200%2C1200&ssl=1

ASIku cukup atau tidak ya…?

Hampir sebagian besar Bunda yang sedang menyusui pernah kuatir tentang produksi dan kecukupan ASI bagi buah hati tercinta.
Terlebih bila si kecil tampak rewel dan sering menangis, hampir selalu dihubungkan dengan masih lapar atau ASInya sedikit.

Nah… sebenarnya bagaimana tanda bahwa ASI bunda cukup?
Jangan lewatkan diskusi bersama konselor menyusui di Kelas Laktasi Online RSIA Kendangsari minggu ini ya Bunda… yang akan membahas “Cukupkah ASIku?” dengan narasumber Indhiana Yuniar, A.Md.Keb pada:

Hari/Tanggal: Jumat/15 Januari 2021
Pukul: 09.00
Kuota terbatas hanya 15 org
ZOOM MEETING
Registrasi Rp 25.000

Informasi dan pendaftaran hubungi
WA 0822-5725-1113




Hubungi Kami


Kontak

031 8347200 / 031 8436200
082257251113


Lokasi Kami

Jl. Raya Kendangsari 38 Surabaya
Jawa Timur




Subscribe


Mendaftarlah ke buletin RSIA Kendangsari untuk menerima semua berita dan diskon dari RSIA Kendangsari Surabaya





    Social Media


    Instagram

    @rsiakendangsari


    Youtube

    Rumah Sakit Ibu dan Anak Kendangsari


    Facebook

    @rsiakendangsarisurabaya




    Copyright by RSIA Kendangsari 2026. All rights reserved. Designed by StudioSoft



    Copyright by RSIA Kendangsari  2026. All rights reserved. Designed by StudioSoft