young-pregnant-woman-having-toxicosis-first-trimester.webp?fit=1200%2C800&ssl=1

Mual saat hamil, atau yang sering disebut morning sickness, adalah gejala umum yang dialami oleh sebagian besar ibu hamil—terutama di trimester pertama. Meski disebut morning sickness, rasa mual sebenarnya bisa muncul kapan saja: pagi, siang, sore, bahkan malam hari.

Penyebab Mual Saat Hamil

Beberapa faktor yang membuat ibu hamil sering mual antara lain:

  1. Perubahan Hormon
    Produksi hormon hCG (human chorionic gonadotropin) meningkat pesat di awal kehamilan dan bisa memicu rasa mual.
  2. Peningkatan Estrogen
    Kadar estrogen yang tinggi juga dapat memengaruhi sistem pencernaan sehingga ibu lebih mudah merasa mual.
  3. Indra Penciuman Lebih Sensitif
    Aroma parfum, asap, atau makanan tertentu dapat lebih mudah memicu rasa mual.
  4. Stres dan Kelelahan
    Perubahan emosi dan kondisi tubuh yang lelah memperparah keluhan mual.
  5. Perut Kosong atau Asam Lambung
    Tidak makan dalam waktu lama atau naiknya asam lambung bisa membuat mual semakin terasa.

Cara Mengatasi Mual Saat Hamil

Berikut beberapa cara sederhana yang bisa membantu:

Makan sedikit tapi sering – hindari perut kosong.
Hindari makanan pemicu mual seperti pedas, berlemak, atau berbau tajam.
Minum jahe atau teh herbal – jahe dan peppermint dikenal bisa membantu meredakan mual.
Cukup istirahat – tubuh yang lelah lebih rentan mual.
Kelola stres dengan relaksasi, napas dalam, atau mendengarkan musik.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasi ke dokter bila:

  • Mual disertai muntah parah hingga tidak bisa makan/minum.
  • Berat badan turun drastis.
  • Muncul tanda dehidrasi seperti mulut kering, lemas, atau jarang buang air kecil.

Gejala tersebut bisa menjadi tanda hyperemesis gravidarum, yang memerlukan penanganan medis segera.

Kesimpulan

Mual saat hamil adalah hal yang wajar dan biasanya mereda setelah trimester pertama. Meski bisa mengganggu aktivitas, ada banyak cara alami untuk meredakannya. Yang penting, jaga pola makan, istirahat cukup, dan segera cari bantuan medis bila keluhan semakin parah.

👉 RSIA Kendangsari siap mendampingi Bunda selama kehamilan.
Dengan layanan pemeriksaan kehamilan lengkap, dokter spesialis kandungan berpengalaman, dan fasilitas nyaman, kesehatan Bunda dan si kecil akan lebih terjamin.
📞 Informasi selengkapnya hubungi Layanan Pelanggan kami di WhatsApp 082257251113


travelling-mom.jpg?fit=792%2C792&ssl=1

Banyak wanita hamil tidak mau melakukan perjalanan pada saat trimester awal (di bawah12 minggu) disebabkan adanya keluhan-keluhan yang sering muncul yaitu, mual, muntah, serta kondisi mudah lelah. Tiga bulan pertama pada kehamilan memang merupakan trimester yang sensitif dengan risiko tinggi terjadinya keguguran. Akan tetapi apabila merasa sehat dan telah mendiskusikan dengan dokter, maka tidak ada alasan untuk tidak melakukan perjalanan yang diinginkan.

Setelah 28 minggu, risiko yang bisa muncul adalah kemungkinan untuk terjadinya persalinan dini atau prematur, Jika Bunda memutuskan untuk tetap melakukan perjalanan maka diskusikan terlebih dahulu kepada dokter.

TRANSPORTASI APA YANG DIGUNAKAN?

Perjalanan Udara

Naik pesawat sebenarnya tidak membahakan bayi Bunda. Namun biasanya maskapai penerbangan tidak akan mengizinkan Bunda untuk naik pesawat di atas trimester akhir kehamilan (32 minggu). Waktu yang terbaik adalah antara 14 hingga 28 minggu, dimana risiko untuk terjadinya keguguran atau persalinan dini lebih rendah. Konsultasikan ke dokter Bunda sebelum berangkat. Biasanya dokter akan memberikan surat pengantar yang nantinya diserahkan kepada maskapai penerbangan terkait. Pada perjalanan panjang (di atas lima jam) ada sedikit risiko terjadinya deep vein thrombosis (DVT) atau trombosis vena dalam pada wanita hamil. Ini merupakan kondisi dimana terjadi bekuan darah pada vena dalam yang terletak di otot-otot dari kaki, Usahakan pada saat Bunda terbang minum air dalam jumlah yang cukup, dan melakukan stretching atau bergerak setiap beberapa jam (1,5-3 jam). Selain itu dianjurkan pula agar Bundamemakai kaus kaki khusus (compression stockings). Pastikan Anda mendapatkan ukuran yang sesuai dengan kaki, serta tahu cara memakainya dengan benar. Ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya pembengkakan pada kaki termasuk pula  pencegahan terhadap terjadinya DVT.

Perjalanan Darat

Kelelahan serta rasa pusing sering dirasakan oleh wanita hamil. Untuk itu, ibu hamil yang bertraveling penting untuk minum cukup air secara teratur, serta makan makanan yang sehat dan berenergi, seperti buah-buahan. Apabila perjalanannya panjang maka disarankan untuk berhenti setiap beberapa jam (1,5-3 jam). Supaya  merelaksasikan otot-otot tubuh serta memperlancar aliran darah, termasuk mencegah kram. Perhatikan pula sirkulasi udara dalam kendaraan. Apabila menggunakan sabuk pengaman maka yang atas pasanglah melintang di bawah payudara dan yang bawah melintang di daerah panggul (bawah perut). Jangan memasang sabuk pengaman melintang melewati perut. Hindari menyetir sendiri apabila akan melakukan perjalanan jauh.

Perjalanan Laut

Biasanya perjalanan menggunakan kapal laut pun. dibatasi hingga sebelum usia kehamilan 32 minggu. Ditakutkan di dalam perjalanan terjadi hal-hal emergency yang tidak bisa ditangani di dalam kapal yang sedang dinaiki.

 

oleh

dr. Raditya Ery Pratama Sp.OG., M.Ked. Klin




Hubungi Kami


Kontak

031 8347200 / 031 8436200
082257251113


Lokasi Kami

Jl. Raya Kendangsari 38 Surabaya
Jawa Timur




Subscribe


Mendaftarlah ke buletin RSIA Kendangsari untuk menerima semua berita dan diskon dari RSIA Kendangsari Surabaya





    Social Media


    Instagram

    @rsiakendangsari


    Youtube

    Rumah Sakit Ibu dan Anak Kendangsari


    Facebook

    @rsiakendangsarisurabaya




    Copyright by RSIA Kendangsari 2026. All rights reserved. Designed by StudioSoft



    Copyright by RSIA Kendangsari  2026. All rights reserved. Designed by StudioSoft