gangguan-tiroid.webp?fit=1000%2C667&ssl=1

Pernah merasa mudah lelah, berat badan tiba-tiba berubah, atau jantung sering berdebar tanpasebab jelas? Bisa jadi itu bukan sekadar kelelahan biasa. Tubuh kita memiliki kelenjar kecilbernama tiroid yang perannya sangat besar dalam menjaga keseimbangan metabolisme.

Tiroid terletak di bagian depan leher dan berbentuk seperti kupu-kupu. Meski kecil, kelenjarini menghasilkan hormon yang membantu tubuh mengubah makanan menjadi energi. Hormon tiroid juga berpengaruh pada kerja jantung, otak, otot, pencernaan, hingga sistemreproduksi. Karena itu, ketika tiroid bermasalah, dampaknya bisa terasa ke seluruh tubuh.

Dua Gangguan Tiroid yang Paling Sering Terjadi

1. Hipotiroidisme (Hormon Terlalu Rendah)
Saat tubuh kekurangan hormon tiroid, metabolisme menjadi lambat. Akibatnya, tubuh terasamudah lelah, berat badan cenderung naik, kulit menjadi kering, rambut mudah rontok, dan pada wanita bisa terjadi gangguan siklus haid.

2. Hipertiroidisme (Hormon Terlalu Tinggi)
Sebaliknya, jika hormon tiroid berlebihan, metabolisme menjadi terlalu cepat. Penderitanyabisa mengalami penurunan berat badan drastis, jantung berdebar, mudah berkeringat, tangangemetar, hingga sulit tidur.

Mengapa Tidak Boleh Diabaikan?

Gejala gangguan tiroid sering kali samar dan dianggap hal biasa. Padahal, jika tidakditangani, kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, gangguan kesuburan, komplikasi kehamilan, bahkan menurunkan kualitas hidup.

Kabar baiknya, gangguan tiroid bisa dideteksi melalui pemeriksaan dokter dan tes darahsederhana. Dengan penanganan yang tepat, kondisi ini umumnya dapat dikontrol denganbaik.

Kapan Perlu Periksa?

Pertimbangkan untuk memeriksakan diri jika Anda mengalami:

Perubahan berat badan tanpa sebab jelas
Mudah lelah atau gelisah berlebihan
Detak jantung tidak teratur
Rambut rontok berlebihan
Gangguan siklus menstruasi

Penutup

Kesehatan tiroid adalah bagian penting dari kesehatan tubuh secara keseluruhan. Mengenalitanda-tandanya sejak dini adalah langkah awal untuk menjaga metabolisme tetap seimbangdan tubuh tetap bertenaga.

💙 Tiroid terjaga, hidup pun lebih berkualitas.


jamur-pada-vagina-wanita.webp?fit=1000%2C789&ssl=1

Infeksi jamur vagina atau Vulvovaginal Candidiasis (VVC) adalah kondisi yang cukupsering dialami wanita. Penyebab utamanya adalah pertumbuhan berlebih jamur Candida albicans di vagina. Sebenarnya, jamur ini memang secara alami ada dalam tubuh. Namunketika keseimbangan lingkungan vagina terganggu, jumlahnya bisa meningkat dan menimbulkan keluhan.

Beberapa faktor dapat memicu kondisi ini, seperti perubahan pH vagina, penggunaanantibiotik, kehamilan, diabetes yang tidak terkontrol, daya tahan tubuh yang menurun, hinggapenggunaan kontrasepsi hormonal dosis tinggi.

Gejala yang sering dirasakan antara lain gatal hebat di area vulva dan vagina, rasa terbakar, kemerahan atau bengkak, serta nyeri saat buang air kecil atau saat berhubungan intim. Keputihan yang muncul biasanya berwarna putih kental menyerupai cottage cheese dan umumnya tidak berbau.

Jika ini adalah pertama kalinya Anda mengalami gejala tersebut, keluhan terasa berat, tidakmembaik dengan obat bebas, terjadi berulang lebih dari empat kali dalam setahun, atau Anda sedang hamil, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Untuk membantu mencegah VVC, penting menjaga kebersihan area genital dengan cara yang benar. Hindari penggunaan sabun berpewangi kuat atau douching, pilih pakaian dalamberbahan katun yang tidak terlalu ketat, dan segera ganti pakaian yang lembap setelahberenang atau berolahraga. Menjaga pola makan seimbang serta mempertahankan daya tahantubuh juga berperan penting dalam mencegah infeksi berulang.

Menjaga kesehatan area kewanitaan bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga soalkeseimbangan. Kenali gejalanya sejak dini dan jangan ragu berkonsultasi bila diperlukan. 💗


olah-raga-ringan-ibu-hamil.webp?fit=1000%2C667&ssl=1

Banyak orang menganggap olahraga harus dilakukan dalam waktu lama dan dengan intensitas tinggi. Padahal, bagi orang dengan jadwal padat, olahraga ringan yang dilakukan secara konsisten sudah cukup untuk menjaga kebugaran tubuh.

Aktivitas fisik ringan seperti jalan cepat, stretching, atau latihan sederhana tanpa alat dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah, menjaga kekuatan otot, serta mengurangi risiko penyakit akibat gaya hidup sedentari. Selain itu, olahraga ringan juga membantu mengurangi stres dan meningkatkan fokus saat bekerja.

Durasi olahraga tidak harus lama. Meluangkan waktu 10–20 menit per hari, baik di rumah maupun di kantor, sudah memberikan manfaat kesehatan yang nyata. Kunci utamanya adalah memilih aktivitas yang mudah dilakukan dan menjadikannya kebiasaan.

Kesimpulan

Orang sibuk tetap bisa menjaga kesehatan dengan olahraga ringan yang praktis dan fleksibel. Tidak perlu menunggu waktu luang panjang — sedikit gerak setiap hari lebih baik daripada tidak sama sekali.

💙 Mulai bergerak hari ini untuk tubuh yang lebih sehat.



Bibir sumbing adalah kondisi yang sering membuat orang tua cemas, tetapi dengan penanganan yang tepat, anak dapat tumbuh sehat, percaya diri, dan memiliki kualitas hidup yang sama baiknya dengan anak lainnya.
Ikuti penjelasan dokter secara lengkap tentang penyebab bibir sumbing, kapan waktu terbaik untuk operasi, bagaimana proses pemulihannya, serta apa yang harus diperhatikan orang tua selama masa perawatan.

Pemahaman yang benar dapat membuat perjalanan ini terasa jauh lebih ringan — karena setiap langkah yang Anda lakukan berarti besar bagi masa depan si kecil. 💛✨

Hubungi Layanan Pelanggan RSIA Kendangsari, bila Ayah Bunda ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetika di RSIA Kendangsari di nomor berikut ini
📱082257251113
☎️(031) 8437200/8436200

#rsia
#rumahsakitibudananak
#rsiakendangsari
#bibirsumbing
#operasibibirsumbing
#cleftpalate


accompaniment-abortion-process.webp?fit=1000%2C665&ssl=1

#ksedukasi
Setiap kontrol kehamilan pasti ada rasa penasaran dan sedikit cemas, kan Bun?
Tenang… Bunda tidak sendirian. Ada 3 pertanyaan yang paling sering muncul saat periksa hamil — dan penting banget untuk dipahami sejak awal 💗
1.⁠ ⁠Berat janin sudah sesuai?
2.⁠ ⁠Gerakan janin bagaimana?
3.⁠ ⁠Posisi janin seperti apa?

Semua akan dibahas lengkap oleh dokter saat kontrol. Jangan ragu bertanya ya, Bunda, karena kesehatan Bunda & si kecil nomor satu!

Yuk jadwalkan periksa kehamilan di RSIA Kendangsari
Informasi selengkapnya dapat menghubungi Layanan Pelanggan kami di nomor
📱082257251113
☎(031)8437200/8436200

#rsia
#rsiakendangsari
#rumahsakitibudananak
#rsiasurabaya
#ibuhamil
#periksahamil
#dokterobgyn
#kehamilan
#pregnancy


nebulizer.webp?fit=1000%2C667&ssl=1

 

Nebulizer sering dianggap solusi cepat saat anak sesak atau mengi. Namun, tidak semua kondisi membutuhkan nebulisasi. Penggunaan obat inhalasi harus berdasarkan indikasi medis, karena beberapa kasus justru lebih efektif memakai inhaler (MDI) + spacer.

Apa Itu Nebulizer?

Nebulizer mengubah obat cair menjadi uap halus agar mudah dihirup. Biasanya dipakai untuk:

  • sesak napas,
  • mengi (wheezing),
  • eksaserbasi asma,
  • bronkospasme,
  • atau kondisi tertentu sesuai anjuran dokter.

Kapan Nebulizer Dibutuhkan?

1. Serangan Asma
Bronkodilator seperti salbutamol dapat diberikan dengan nebulizer, terutama jika anak tidak kooperatif memakai inhaler.
Namun pada banyak anak >1–2 tahun, MDI + spacer sama efektifnya, lebih cepat, dan lebih praktis.

2. Bronchiolitis (pada bayi)
Pedoman medis tidak menyarankan nebulizer rutin (salbutamol/epinefrin/steroid).
Beberapa rumah sakit mungkin memakai saline 3% pada pasien rawat inap, tetapi bukan terapi utama di IGD.

3. Kondisi Lain
Penggunaan nebulizer bisa dianjurkan pada kasus tertentu, misalnya lendir sangat kental atau obat khusus yang memang harus dihantarkan dengan nebulizer.

Tanda Anak Membutuhkan Evaluasi Segera

  • napas cepat atau terlihat tarikan dinding dada,
  • mengi,
  • anak sangat lemas,
  • bibir/ujung jari kebiruan.

Jika muncul gejala berat, segera bawa ke IGD. Nebulizer di rumah tidak menggantikan pemeriksaan medis.

Tips Aman untuk Orang Tua

  • Gunakan nebulizer hanya dengan resep dan dosis dokter.
  • Minta petunjuk cara pakai dan cara membersihkan alat.
  • Pastikan cup, masker, dan selang bersih dan kering setelah digunakan.
  • Jika ragu pilih nebulizer atau spacer, konsultasikan ke dokter anak.

Butuh konsultasi atau panduan penggunaan inhalasi yang tepat untuk anak Anda?

Hubungi kami melalui WhatsApp 082257251113 untuk membuat janji pemeriksaan dan dapatkan pendampingan terbaik untuk tumbuh kembang buah hati Anda.


hujan.webp?fit=1000%2C667&ssl=1

Waspadai Diare di Musim Hujan: Panduan Singkat untuk Orang Tua Baru

Musim hujan sering membuat kasus diare pada bayi dan anak meningkat. Kelembapan tinggi, banjir, hingga kualitas air yang menurun membuat kuman lebih mudah berkembang. Untuk orang tua baru, memahami risiko ini penting—karena diare bisa cepat memburuk dan menyebabkan dehidrasi.

Kenapa Musim Hujan Rentan Diare?

Saat hujan, sumber air lebih mudah tercemar bakteri, virus (termasuk rotavirus), dan parasit. Sanitasi yang menurun dan suhu lembap juga menjadi pemicu utama. Akibatnya, anak lebih mudah terkena infeksi saluran cerna.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Diare bukan hanya BAB cair. Perhatikan juga:

  • muntah,
  • demam,
  • perut kembung/nyeri,
  • nafsu makan turun,
  • anak tampak rewel atau lemas.

Pada bayi, kondisi dapat berubah sangat cepat, jadi pantau ketat setiap beberapa jam.

Bahaya Dehidrasi

Dehidrasi adalah komplikasi yang paling berbahaya. Tanda-tandanya:

  • bibir dan mulut kering,
  • mata cekung,
  • jarang pipis,
  • kulit tidak elastis,
  • anak tampak lesu atau mengantuk.

Pada beberapa kasus, dehidrasi bisa muncul dalam hitungan jam. Langkah pertama: segera beri oralit.

Penanganan Aman di Rumah

  1. Berikan oralit setiap kali anak BAB cair.
  2. ASI, susu formula, dan makanan tetap diteruskan.
  3. Hindari obat antidiare tanpa resep.
  4. Pastikan kebersihan tangan, air minum, botol, dan alat makan.
  5. Pantau pipis dan kondisi umum anak secara berkala.

Kapan Harus ke Dokter/IGD?

Segera periksa bila:

  • usia < 6 bulan,
  • diare sangat sering,
  • muntah terus-menerus,
  • feses berdarah/lendir bau tajam,
  • anak tidak mau minum,
  • tampak sangat lemas,
  • muncul tanda dehidrasi berat.

Anak mungkin membutuhkan infus dan observasi lebih intensif.

Pencegahan di Musim Hujan

  • pastikan air minum dimasak hingga mendidih,
  • cuci tangan dengan benar,
  • simpan makanan dalam wadah tertutup,
  • bersihkan mainan anak,
  • pertimbangkan vaksin rotavirus untuk perlindungan tambahan.

pastedGraphic.png

Jaga si kecil tetap sehat di musim hujan.

Butuh konsultasi soal diare atau dehidrasi? Hubungi layanan pelanggan RSIA Kendangsari hubungi kami melalui WhatsApp 082257251113 untuk membuat janji pemeriksaan 


funny-kid-rain-boots-playing-rain-park.webp?fit=1000%2C667&ssl=1

Cuaca Lembap & Infeksi Kulit: Perlindungan untuk Ibu & Bayi

Cuaca yang lembap membuat kulit lebih mudah berkeringat dan tetap basah. Pada kondisi ini, bakteri dan jamur berkembang lebih cepat, sehingga risiko infeksi kulit meningkat—baik pada ibu maupun bayi. Kulit bayi yang masih tipis dan sensitif terutama rentan iritasi di area lipatan seperti leher, ketiak, paha, dan area popok.

Kenapa Cuaca Lembap Picu Infeksi?

Lingkungan yang lembap menjadi tempat ideal bagi kuman. Pada bayi, gesekan dengan popok atau pakaian basah membuat iritasi makin parah. Kondisi yang sering muncul:

  • biang keringat,
  • ruam popok,
  • infeksi jamur (candidiasis),
  • dermatitis akibat iritasi berulang.

Pada ibu, cuaca lembap bisa memicu ruam, infeksi jamur di lipatan, hingga jerawat karena minyak berlebih.

Tanda-Tanda Infeksi Kulit

Waspadai bila muncul:

  • kemerahan pada lipatan kulit,
  • ruam basah atau berair,
  • gatal atau bayi tampak rewel,
  • kulit lecet/mengelupas,
  • bau tidak sedap,
  • pada kasus berat: nanah, demam, atau ruam cepat menyebar.

Semakin cepat dikenali, semakin cepat dicegah agar tidak memburuk.

Cara Melindungi Kulit di Cuaca Lembap

  1. Selalu keringkan lipatan kulit setelah mandi.
  2. Ganti popok lebih sering.
  3. Pilih pakaian menyerap keringat (katun).
  4. Jaga kebersihan kulit dengan mandi air hangat kuku.
  5. Gunakan pelembap ringan & krim penghalang area popok.
  6. Beri waktu “tanpa popok” setiap hari.
  7. Atur kelembapan ruangan dengan kipas atau AC.

Kapan Perlu ke Dokter?

Segera periksa bila:

  • muncul nanah,
  • ruam makin luas atau menyebar,
  • bayi rewel atau demam,
  • iritasi tidak membaik dalam 2–3 hari.

pastedGraphic.png

Perhatikan kondisi kulit si kecil—cuaca lembap bukan alasan untuk menunda perawatan.

Butuh pemeriksaan kulit bayi atau konsultasi langsung? 

Hubungi kami melalui WhatsApp 082257251113 untuk membuat janji pemeriksaan dan dapatkan pendampingan terbaik untuk tumbuh kembang buah hati Anda.


close-up-beautiful-black-baby.webp?fit=1200%2C800&ssl=1

Menangis adalah hal normal pada bayi dan merupakan cara utama mereka berkomunikasi di awal kehidupannya. Namun, saat bayi menangis terus-menerus dan sulit ditenangkan, orang tua sering kali merasa cemas atau bingung.

Ada berbagai penyebab bayi menangis, sebagian besar masih tergolong wajar dan bisa diatasi dengan pendekatan yang tepat.

Penyebab Umum Bayi Menangis

  1. Lapar
    Tangisan bayi sering kali menjadi tanda ia butuh ASI atau susu formula.
  2. Popok Basah atau Kotor
    Popok yang tidak nyaman bisa membuat bayi rewel.
  3. Butuh Pelukan atau Sentuhan
    Bayi sering menangis karena ingin digendong, dipeluk, atau merasa kesepian.
  4. Kelelahan
    Bayi yang terlalu lelah justru lebih sulit tidur sehingga makin rewel.
  5. Ketidaknyamanan Perut
    Kembung, masuk angin, atau belum bersendawa setelah menyusu bisa membuat bayi menangis lebih lama.
  6. Suhu Ruangan Tidak Nyaman
    Terlalu panas atau terlalu dingin dapat membuat bayi merasa tidak nyaman.
  7. Tumbuh Gigi
    Nyeri atau gatal pada gusi saat tumbuh gigi bisa memicu tangisan.

Kapan Harus Waspada?

Tangisan bayi perlu diwaspadai jika disertai gejala lain, seperti:

  • Demam.
  • Muntah atau diare.
  • Tampak lemas atau tidak responsif.

Jika hal ini terjadi, segera bawa bayi ke dokter untuk memastikan kondisinya aman.

Kesimpulan

Menangis bukan tanda bayi nakal atau sekadar “manja”. Itu adalah cara mereka menyampaikan rasa lapar, tidak nyaman, atau butuh perhatian. Dengan kesabaran, kasih sayang, dan memahami penyebab tangisannya, orang tua bisa membantu bayi merasa lebih tenang dan nyaman.

👉 Jika si kecil sering menangis tanpa sebab yang jelas atau menunjukkan gejala tidak biasa, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter anak di RSIA Kendangsari.
📞 Hubungi kami melalui WhatsApp 082257251113 untuk membuat janji pemeriksaan dan dapatkan pendampingan terbaik untuk tumbuh kembang buah hati Anda.


pregnant-woman.webp?fit=1000%2C657&ssl=1

Trimester ketiga (usia kehamilan 28–40 minggu) adalah periode kritis menjelang persalinan. Pada fase ini, janin berkembang pesat dan tubuh ibu mengalami banyak perubahan. Meski sebagian besar kehamilan berjalan normal, ada beberapa tanda bahaya yang perlu diwaspadai karena dapat mengancam keselamatan ibu maupun janin.

1. Perdarahan dari Jalan Lahir

Perdarahan pada trimester 3 bisa menjadi tanda kondisi serius seperti plasenta previa (plasenta menutupi jalan lahir) atau solusio plasenta (plasenta lepas sebelum waktunya). Keduanya berisiko tinggi dan perlu ditangani segera.

2. Gerakan Janin Berkurang atau Tidak Terasa

Normalnya, ibu hamil merasakan gerakan janin minimal 10 kali dalam 12 jam. Jika gerakan berkurang drastis atau hilang, bisa jadi janin mengalami kekurangan oksigen atau distress.

3. Nyeri Perut Hebat & Kontraksi Sebelum Waktunya

Nyeri perut mendadak dan sangat kuat dapat menandakan persalinan prematur atau masalah pada plasenta.

4. Pecah Ketuban Sebelum Waktunya

Jika cairan ketuban merembes atau keluar deras sebelum persalinan dimulai, risiko infeksi dan kelahiran prematur akan meningkat.

5. Sakit Kepala Berat, Pandangan Kabur, dan Bengkak pada Wajah/Tangan

Gejala ini sering terkait dengan preeklamsia (tekanan darah tinggi pada kehamilan). Jika tidak segera diatasi, bisa berkembang menjadi eklamsia yang berbahaya karena disertai kejang.

6. Demam Tinggi atau Kejang

Demam bisa menjadi tanda infeksi serius. Sementara kejang pada ibu hamil, apalagi dengan hipertensi, harus segera mendapatkan penanganan medis.

7. Sesak Napas Parah atau Nyeri Dada

Meski sesak napas ringan normal pada trimester 3, sesak napas berat, mendadak, atau disertai nyeri dada bisa menjadi tanda kondisi darurat.

Kesimpulan

Mewaspadai tanda bahaya pada trimester 3 sangat penting untuk mencegah komplikasi. Jika ibu hamil mengalami salah satu tanda di atas, segera hubungi tenaga kesehatan atau pergi ke fasilitas medis terdekat untuk mendapatkan pertolongan.

👉 RSIA Kendangsari siap mendampingi Bunda di setiap fase kehamilan, termasuk pemeriksaan dan penanganan risiko pada trimester akhir.
📞 Konsultasi dengan dokter kandungan kami melalui WhatsApp 082257251113 atau kunjungi langsung RSIA Kendangsari untuk layanan pemeriksaan kehamilan yang aman dan menyeluruh.




Hubungi Kami


Kontak

031 8347200 / 031 8436200
082257251113


Lokasi Kami

Jl. Raya Kendangsari 38 Surabaya
Jawa Timur




Subscribe


Mendaftarlah ke buletin RSIA Kendangsari untuk menerima semua berita dan diskon dari RSIA Kendangsari Surabaya





    Social Media


    Instagram

    @rsiakendangsari


    Youtube

    Rumah Sakit Ibu dan Anak Kendangsari


    Facebook

    @rsiakendangsarisurabaya




    Copyright by RSIA Kendangsari 2024. All rights reserved.



    Copyright by RSIA Kendangsari  2024. All rights reserved.