RSIA-Kendangsari-Jadi-RSIA-Terbaik-di-Surabaya-untuk-Ibu-dan-Anak.webp?fit=1000%2C524&ssl=1

Memilih rumah sakit ibu dan anak yang tepat adalah salah satu keputusan paling penting bagi setiap keluarga. Terutama bagi ibu hamil yang sedang menanti kelahiran buah hati atau orang tua yang ingin memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal. Di Surabaya, banyak pilihan RSIA namun tidak semuanya memberikan pelayanan yang sama dalam hal kualitas medis, kenyamanan, dan perhatian personal. RSIA Kendangsari Surabaya hadir sebagai salah satu RSIA terbaik di Surabaya yang telah dipercaya ribuan keluarga sejak berdiri. Dengan berbagai layanan unggulan yang lengkap, tim dokter spesialis yang kompeten di bidangnya, serta fasilitas modern yang mendukung proses penyembuhan dan pemulihan, RSIA Kendangsari berkomitmen memberikan pengalaman terbaik bagi setiap pasien. Berikut adalah 7 alasan mengapa RSIA Kendangsari menjadi pilihan utama sebagai RSIA terbaik di Surabaya.

1. Tim Dokter Spesialis yang Kompeten dan Berpengalaman

Alasan pertama dan paling utama adalah RSIA Kendangsari memiliki tim dokter spesialis yang kompeten, profesional, dan berpengalaman di bidangnya masing-masing. Rumah sakit ini didukung oleh dokter spesialis obstetri dan ginekologi atau Obgyn yang menangani segala hal terkait kehamilan, persalinan, dan kesehatan organ reproduksi wanita. Selain itu ada dokter spesialis anak yang siap menangani berbagai masalah kesehatan tumbuh kembang si kecil mulai dari bayi baru lahir hingga remaja. Setiap dokter di RSIA Kendangsari tidak hanya memiliki kualifikasi akademis yang mumpuni tetapi juga pengalaman praktik yang luas dalam menangani berbagai kasus mulai dari kehamilan normal hingga kasus berisiko tinggi. Dokter spesialis Obgyn di sini juga ahli dalam prosedur bedah minimal invasif seperti laparoskopi untuk penanganan kista dan miom. Para dokter selalu mengedepankan komunikasi yang baik dengan pasien sehingga setiap ibu dan keluarga merasa didengar dan mendapatkan penjelasan medis yang mudah dipahami. Kombinasi antara kompetensi medis dan pendekatan humanis ini menjadikan RSIA Kendangsari sebagai RSIA terbaik di Surabaya.

2. Fasilitas Medis Modern dan Lengkap

Alasan kedua yang membuat RSIA Kendangsari unggul adalah fasilitas medis yang modern dan lengkap untuk menunjang diagnosis dan penanganan yang akurat. Rumah sakit ini dilengkapi dengan peralatan USG terkini untuk skrining anatomi janin atau fetomaternal yang memungkinkan dokter melihat perkembangan janin secara detail dan mendeteksi kelainan sejak dini. Ada juga fasilitas laboratorium yang lengkap untuk berbagai pemeriksaan penunjang medis. Untuk prosedur bedah, RSIA Kendangsari memiliki fasilitas operasi laparoskopi atau KLAS yang memungkinkan tindakan bedah dengan sayatan minimal sehingga pasien pulih lebih cepat. Ruang bersalin dirancang nyaman dengan peralatan medis standar terbaru yang menjamin keamanan ibu dan bayi selama proses persalinan. Fasilitas perawatan intensif untuk bayi juga tersedia bagi bayi yang memerlukan pemantauan khusus setelah lahir. Kamar rawat inap didesain dengan konsep homy agar pasien merasa nyaman selama masa pemulihan. Semua fasilitas ini dirawat secara rutin dan selalu dalam kondisi siap pakai.

3. Layanan Program Hamil dan Inseminasi

Alasan ketiga yang menjadi nilai lebih RSIA Kendangsari adalah adanya layanan program hamil dan inseminasi intrauterin atau IUI bagi pasangan yang sedang berjuang mendapatkan momongan. Layanan IUI di RSIA Kendangsari menjadi solusi bagi pasangan suami istri yang mengalami kesulitan memiliki anak secara alami. Prosedur ini melibatkan konsultasi kesuburan atau fertilitas bersama dokter kandungan dan kebidanan serta andrologi untuk mengevaluasi kesuburan kedua pasangan. Tim medis akan melakukan analisis sperma untuk menilai kualitas dan kuantitas sperma calon ayah, preparasi sperma untuk memilih sperma terbaik, dan inseminasi intrauterin yang merupakan prosedur memasukkan sperma yang sudah diproses ke dalam rahim pada masa subur. Seluruh rangkaian prosedur dilakukan oleh tim medis profesional dengan pendekatan yang penuh empati dan dukungan moral bagi setiap pasien pejuang dua garis. RSIA Kendangsari menjadi mitra dalam mewujudkan harapan memiliki buah hati bagi setiap pasangan.

4. Klinik Laktasi dan Pusat Relaktasi

Alasan keempat adalah RSIA Kendangsari memiliki klinik laktasi dan pusat relaktasi yang menjadi bukti komitmen rumah sakit ini sebagai rumah sakit pro ASI. Klinik laktasi melayani ibu menyusui yang mengalami berbagai tantangan seperti bendungan ASI yang menyebabkan nyeri dan demam, cara menyusui yang efektif agar bayi mendapat ASI cukup, manajemen ASI bagi ibu bekerja yang harus meninggalkan bayi selama jam kerja, hingga keluhan lain seputar menyusui. Konselor menyusui yang berpengalaman akan memberikan pendampingan secara privat sehingga ibu merasa nyaman dan mendapatkan solusi yang tepat untuk setiap masalah. Untuk ibu yang sudah berhenti menyusui dan ingin kembali menyusui, RSIA Kendangsari menyediakan layanan relaktasi rawat inap dengan pendampingan dokter anak dan konselor menyusui secara intensif. Syarat utamanya bayi berusia maksimal 3 bulan. Relaktasi memungkinkan ibu kembali memproduksi ASI setelah berhenti untuk sementara waktu sehingga bayi bisa kembali mendapatkan nutrisi terbaik dari ibunya.</p>

5. Layanan Home Care untuk Perawatan di Rumah

Alasan kelima yang sangat membantu para ibu adalah layanan home care yang memungkinkan perawatan langsung di rumah oleh tenaga medis profesional. Setelah pulang dari rumah sakit, banyak ibu yang masih membutuhkan bantuan dalam merawat bayi baru lahir terutama bagi yang baru memiliki anak pertama. Tim home care RSIA Kendangsari siap datang ke rumah untuk membantu memandikan bayi dengan teknik yang benar, merawat tali pusat hingga puput dan kering, serta pendampingan menyusui untuk memastikan proses menyusui di hari-hari awal berjalan dengan baik dan benar. Layanan ini juga mencakup konseling menyusui dengan konselor menyusui bila ibu mengalami kendala di rumah, perawatan pasien post NICU yang membutuhkan pemantauan khusus, serta pemeriksaan laboratorium di rumah. Dengan layanan home care, ibu bisa fokus memulihkan kondisi tubuh pasca persalinan tanpa harus repot bolak-balik ke rumah sakit untuk perawatan rutin.

6. Program Senam Hamil dan Edukasi Kehamilan

 

Alasan keenam yang tidak kalah penting adalah program senam hamil yang dirancang khusus untuk menjaga kebugaran dan kesehatan ibu selama masa kehamilan. Senam hamil di RSIA Kendangsari menggabungkan berbagai gerakan dari yoga, pilates, dan taichi yang aman untuk ibu hamil. Dengan rutin mengikuti senam hamil, elastisitas otot dinding perut dan dasar panggul meningkat sehingga mempersiapkan tubuh untuk proses persalinan yang lebih lancar. Posisi rahim menjadi lebih kuat dan stabil, serta ibu hamil bisa membentuk sikap tubuh yang baik sehingga mengurangi keluhan sakit pinggang yang sering dialami dan sesak nafas akibat rahim yang membesar. Selain manfaat fisik, senam hamil juga memberikan efek relaksasi yang mengurangi stres dan kecemasan selama kehamilan. Setiap sesi senam hamil diisi dengan edukasi seputar kehamilan, persalinan, dan menyusui dari tim medis yang kompeten. Program ini juga menjadi ajang sosialisasi antar ibu hamil sehingga saling berbagi pengalaman dan dukungan.

7. Pijat Pasca Persalinan dan Pijat Bayi

Alasan ketujuh adalah layanan pijat pasca persalinan dan pijat bayi yang membantu pemulihan ibu dan tumbuh kembang si kecil. Setelah melahirkan, tubuh ibu mengalami banyak perubahan dan kelelahan yang wajar. RSIA Kendangsari memberikan layanan pijat kaki gratis untuk semua ibu yang melahirkan di rumah sakit ini. Pijat kaki efektif melancarkan sirkulasi darah dan limfa sehingga cairan yang menumpuk di kaki bisa dialirkan ke seluruh tubuh dan mengurangi pembengkakan. Selain itu tersedia pijat laktasi yang dilakukan pada punggung, bahu, tangan, dan payudara untuk merangsang peningkatan hormon oksitosin sehingga produksi ASI lebih lancar dan ibu merasa lebih rileks. Untuk si kecil, ada pijat bayi yang memberikan sentuhan menenangkan dan membuat bayi nyaman. Pijat bayi bermanfaat memperlancar peredaran darah si kecil, menguatkan otot bayi, melatih koordinasi tubuh, dan mengurangi kolik atau perut kembung pada bayi. Layanan pijat bayi tersedia untuk anak usia 0 bulan hingga 5 tahun.

Kesimpulan

RSIA Kendangsari Surabaya telah membuktikan diri sebagai RSIA terbaik di Surabaya melalui tujuh aspek unggulan yang dimilikinya. Mulai dari tim dokter spesialis yang kompeten dan berpengalaman, fasilitas medis modern dan lengkap, layanan program hamil dan insemi

nasi bagi pejuang dua garis, klinik laktasi dan pusat relaktasi pro ASI, layanan home care yang memudahkan perawatan di rumah, program senam hamil yang menyehatkan, hingga pijat pasca persalinan dan pijat bayi yang mendukung pemulihan. Kombinasi antara kualitas medis, fasilitas modern, dan pelayanan humanis menjadikan RSIA Kendangsari pilihan tepat bagi setiap ibu dan anak di Surabaya. Kunjungi RSIA Kendangsari di Jalan Raya Kendangsari 38 Surabaya atau hubungi 031-8347200 untuk informasi lebih lanjut.


Mitos-vs-Fakta-Seputar-Kehamilan-dari-Dokter-Obgyn-Terbaik-Surabaya.webp?fit=1000%2C558&ssl=1

Kehamilan adalah masa yang penuh kebahagiaan sekaligus kekhawatiran bagi sebagian besar ibu hamil. Apalagi di era informasi seperti sekarang, berbagai mitos seputar kehamilan beredar luas di masyarakat dan seringkali dipercaya tanpa dasar medis yang jelas. Mulai dari pantangan makanan yang belum tentu benar, larangan aktivitas tertentu yang justru baik untuk ibu hamil, hingga mitos tentang bentuk perut yang bisa menentukan jenis kelamin bayi. Informasi yang salah ini jika terus dipercaya bisa menyebabkan kecemasan berlebihan atau bahkan membahayakan kesehatan ibu dan janin. Oleh karena itu, penting bagi setiap ibu hamil untuk mendapatkan informasi yang benar dan akurat dari sumber yang terpercaya. Dokter spesialis obstetri dan ginekologi atau Obgyn adalah tenaga medis yang paling tepat untuk memberikan penjelasan tentang mitos dan fakta seputar kehamilan. Berikut adalah 8 mitos vs fakta seputar kehamilan dari dokter Obgyn terbaik Surabaya di RSIA Kendangsari.

1. Mitos: Ibu Hamil Tidak Boleh Minum Air Es

Salah satu mitos yang paling populer di kalangan masyarakat Indonesia adalah larangan minum air es selama hamil. Banyak orang percaya bahwa minum air es bisa menyebabkan bayi lahir dengan ukuran besar atau membuat tubuh ibu hamil kedinginan. Faktanya secara medis, minum air es atau minuman dingin tidak berbahaya bagi ibu hamil maupun janin yang dikandung. Suhu air yang diminum akan dengan cepat menyesuaikan dengan suhu tubuh saat masuk ke dalam pencernaan. Air es tidak akan membuat suhu rahim turun atau memengaruhi janin sama sekali. Yang perlu diperhatikan adalah kebersihan dan keamanan air yang diminum bukan suhunya. Pastikan air yang diminum adalah air matang atau air mineral kemasan yang terjamin higienitasnya. Dokter Obgyn justru menganjurkan ibu hamil untuk minum air putih yang cukup sekitar 8 sampai 10 gelas per hari untuk mencegah dehidrasi yang bisa memicu kontraksi dini dan masalah kesehatan lainnya.

2. Mitos: Ibu Hamil Harus Makan untuk Dua Orang

Mitos kedua yang sangat umum adalah anggapan bahwa ibu hamil harus makan dengan porsi dua kali lipat karena harus memberi makan janin juga. Banyak ibu hamil yang kemudian makan berlebihan tanpa kontrol karena percaya mitos ini. Padahal faktanya, kebutuhan kalori tambahan selama hamil tidak sebanyak yang dibayangkan. Pada trimester pertama, ibu hamil tidak memerlukan tambahan kalori sama sekali. Di trimester kedua, tambahan kalori yang dibutuhkan hanya sekitar 300 hingga 350 kalori per hari atau setara dengan sepiring nasi dengan lauk pauk. Namun pada trimester ketiga, kebutuhan kalori tambahan meningkat menjadi sekitar 450 hingga 500 kalori per hari. Yang lebih penting dari jumlah adalah kualitas makanan yang dikonsumsi. Ibu hamil disarankan mengonsumsi makanan bergizi seimbang dengan protein, karbohidrat kompleks, lemak sehat, vitamin, dan mineral yang cukup. Makan berlebihan justru bisa menyebabkan kenaikan berat badan yang tidak sehat yang meningkatkan risiko diabetes gestasional dan hipertensi.

3. Mitos: Bentuk Perut Bisa Menentukan Jenis Kelamin Bayi

Mitos yang satu ini sudah sangat populer dan dipercaya turun-temurun oleh masyarakat Indonesia. Banyak orang percaya bahwa jika perut ibu hamil berbentuk bulat atau membuncit ke depan maka bayinya laki-laki. Sebaliknya jika perut tampak melebar ke samping atau berbentuk pipih maka bayinya perempuan. Faktanya, bentuk perut ibu hamil tidak ada hubungannya dengan jenis kelamin bayi yang dikandung. Bentuk perut ditentukan oleh berbagai faktor lain seperti posisi janin dalam rahim, jumlah cairan ketuban, bentuk panggul ibu, elastisitas otot perut, dan postur tubuh ibu secara keseluruhan. Dua ibu hamil dengan usia kehamilan yang sama bisa memiliki bentuk perut yang sangat berbeda meskipun jenis kelamin bayinya sama. Cara paling akurat untuk mengetahui jenis kelamin bayi adalah melalui pemeriksaan USG oleh dokter spesialis Obgyn yang biasanya bisa terlihat jelas pada usia kehamilan 18 hingga 22 minggu.

4. Mitos: Ibu Hamil Tidak Boleh Berhubungan Intim

Banyak pasangan yang khawatir dan memilih untuk tidak berhubungan intim selama masa kehamilan karena takut membahayakan janin atau memicu keguguran. Ketakutan ini seringkali didasari oleh mitos yang tidak benar secara medis. Faktanya, berhubungan intim saat hamil pada kehamilan normal tanpa komplikasi adalah aman dan tidak membahayakan janin. Janin terlindungi dengan baik di dalam rahim oleh cairan ketuban yang berfungsi sebagai bantalan pelindung, otot rahim yang kuat, dan lapisan lendir tebal di leher rahim yang mencegah masuknya benda asing. Namun ada beberapa kondisi tertentu yang mengharuskan ibu hamil untuk tidak berhubungan intim seperti riwayat keguguran berulang, perdarahan selama kehamilan, plasenta previa atau plasenta menutupi jalan lahir, ketuban pecah dini, dan risiko persalinan prematur. Konsultasikan dengan dokter Obgyn untuk memastikan keamanan berhubungan intim sesuai dengan kondisi kehamilan masing-masing.

5. Mitos: Makan Nanas dan Durian Bisa Keguguran

Mitos tentang buah nanas dan durian yang dipercaya bisa menyebabkan keguguran sangat populer di kalangan ibu hamil. Banyak ibu hamil yang menghindari kedua buah ini sepanjang masa kehamilan karena takut efek buruknya. Faktanya, mengonsumsi nanas dan durian dalam jumlah wajar tidak menyebabkan keguguran. Nanas mengandung enzim bromelain yang dalam dosis sangat tinggi memang bisa memicu kontraksi rahim. Namun kandungan bromelain dalam satu atau dua potong nanas segar sangat kecil dan tidak cukup untuk menimbulkan efek berbahaya. Begitu pula dengan durian yang mengandung kadar gula tinggi namun tidak memiliki zat abortivum yang bisa menggugurkan kandungan. Yang perlu diperhatikan adalah konsumsi berlebihan karena kandungan gula yang tinggi bisa meningkatkan risiko diabetes gestasional. Ibu hamil dengan diabetes atau kadar gula darah tinggi sebaiknya membatasi konsumsi buah-buahan manis termasuk durian.

6. Mitos: Morning Sickness Hanya Terjadi di Pagi Hari

Mitos yang sering menyesatkan adalah anggapan bahwa morning sickness atau mual muntah saat hamil hanya terjadi di pagi hari saja. Banyak ibu hamil yang merasa heran ketika mualnya datang di siang, sore, atau malam hari dan menganggap ada yang salah dengan kehamilannya. Faktanya, istilah morning sickness sebenarnya tidak akurat secara medis karena mual dan muntah selama kehamilan bisa terjadi kapan saja, baik pagi, siang, sore, maupun malam hari. Setiap ibu hamil memiliki pola mual yang berbeda-beda tergantung pada sensitivitas hormon dan kondisi tubuh masing-masing. Ada ibu yang hanya mengalami mual ringan di pagi hari selama beberapa minggu pertama kehamilan, tetapi ada juga yang mengalami mual berat sepanjang hari hingga memasuki trimester kedua. Yang penting diketahui adalah mual muntah yang parah dan terus-menerus hingga menyebabkan penurunan berat badan dan dehidrasi perlu mendapatkan penanganan medis. Kondisi ini disebut hiperemesis gravidarum dan memerlukan evaluasi serta tata laksana dari dokter spesialis Obgyn.

7. Mitos: Ibu Hamil Tidak Boleh Naik Pesawat

Banyak ibu hamil yang membatasi perjalanan jauh terutama naik pesawat karena khawatir akan efek tekanan udara di kabin terhadap janin. Ada juga yang percaya bahwa detektor keamanan di bandara berbahaya bagi kehamilan. Faktanya, naik pesawat saat hamil pada umumnya aman bagi ibu hamil dengan kehamilan normal tanpa komplikasi. Maskapai penerbangan biasanya memperbolehkan ibu hamil terbang hingga usia kehamilan 36 minggu untuk kehamilan tunggal atau 32 minggu untuk kehamilan ganda. Tekanan kabin pesawat yang telah diatur tidak membahayakan janin karena tekanan udara di kabin masih dalam batas aman untuk ibu hamil. Yang perlu diperhatikan adalah risiko trombosis vena dalam atau penggumpalan darah akibat duduk terlalu lama. Ibu hamil disarankan untuk sering berjalan di kabin, melakukan peregangan ringan, minum air putih yang cukup, dan menggunakan stoking kompresi jika diperlukan. Pemeriksaan keamanan di bandara seperti metal detector juga aman karena menggunakan gelombang magnetik non-ionisasi yang tidak berbahaya bagi janin.

8. Mitos: Ibu Hamil Tidak Boleh Olahraga

Mitos terakhir yang masih dipercaya banyak orang adalah larangan berolahraga selama hamil karena dianggap bisa membahayakan janin atau menyebabkan keguguran. Faktanya, olahraga justru sangat dianjurkan selama kehamilan karena memberikan banyak manfaat kesehatan. Olahraga teratur membantu ibu hamil menjaga berat badan tetap ideal, mengurangi risiko diabetes gestasional, meningkatkan kualitas tidur, mengurangi stres dan kecemasan, serta mempersiapkan tubuh untuk proses persalinan yang lebih lancar. Jenis olahraga yang aman untuk ibu hamil antara lain jalan kaki santai, berenang, yoga prenatal, pilates khusus hamil, dan senam hamil. Yang perlu dihindari adalah olahraga dengan risiko jatuh tinggi seperti bersepeda gunung, berkuda, olahraga kontak fisik seperti basket dan sepak bola, serta olahraga berbaring telentang setelah trimester pertama. Selalu konsultasikan dengan dokter Obgyn sebelum memulai rutinitas olahraga untuk memastikan keamanan sesuai kondisi kehamilan.

Kesimpulan

Informasi yang benar dan akurat sangat penting bagi ibu hamil agar tidak terjebak mitos yang menyesatkan dan berpotensi membahayakan kesehatan. Delapan mitos vs fakta di atas merupakan sebagian kecil dari sekian banyak informasi keliru yang beredar di masyarakat. Selalu pastikan untuk memeriksa kebenaran setiap informasi yang diterima tentang kehamilan dengan berkonsultasi langsung kepada dokter spesialis Obgyn. Dokter Obgyn terbaik Surabaya di RSIA Kendangsari siap memberikan informasi yang benar dan akurat tentang kehamilan sesuai dengan perkembangan ilmu kedokteran terkini. Jadwalkan konsultasi dengan dokter Obgyn RSIA Kendangsari sekarang untuk mendapatkan panduan kehamilan yang tepat dan aman.


dr-dini.webp?fit=1000%2C659&ssl=1

Setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk tumbuh kembang buah hatinya. Mulai dari asupan nutrisi yang tepat, stimulasi yang sesuai dengan usia, hingga deteksi dini jika terjadi keterlambatan perkembangan. Namun tidak sedikit orang tua yang merasa bingung apakah perkembangan anaknya sudah sesuai dengan tahapan usianya atau belum. Informasi dari internet dan media sosial seringkali membuat orang tua semakin cemas karena standar perkembangan yang kaku dan tidak mempertimbangkan faktor individualitas setiap anak. Dokter spesialis anak adalah tenaga medis yang paling tepat untuk memberikan panduan tumbuh kembang anak yang akurat sesuai dengan usia dan kondisi masing-masing anak. Dokter anak terbaik Surabaya di RSIA Kendangsari siap membantu orang tua memantau dan mengoptimalkan tumbuh kembang si kecil. Berikut adalah 6 tips tumbuh kembang anak dari dokter anak terbaik Surabaya.

1. Berikan ASI Eksklusif Selama 6 Bulan Pertama

Tips pertama dan paling fundamental adalah memberikan ASI eksklusif kepada bayi selama 6 bulan pertama kehidupannya. ASI adalah makanan terbaik bagi bayi karena mengandung nutrisi lengkap yang sempurna sesuai dengan kebutuhan bayi. Kandungan kolostrum pada ASI di hari-hari pertama setelah melahirkan kaya akan antibodi yang melindungi bayi dari berbagai infeksi. ASI juga mengandung DHA dan AA yang penting untuk perkembangan otak dan sistem saraf bayi. Selain nutrisi, proses menyusui juga memberikan ikatan emosional yang kuat antara ibu dan bayi yang berpengaruh positif pada perkembangan psikologis anak di kemudian hari. Dokter anak menyarankan agar ibu tidak memberikan makanan atau minuman lain selain ASI selama 6 bulan pertama termasuk air putih. Jika ibu mengalami kendala dalam menyusui seperti ASI tidak lancar atau puting lecet, segera konsultasikan dengan konselor laktasi atau dokter anak. RSIA Kendangsari memiliki klinik laktasi yang siap membantu ibu mengatasi berbagai tantangan menyusui.

2. Stimulasi Sesuai Tahapan Usia

Tips kedua adalah memberikan stimulasi yang tepat sesuai dengan tahapan usia anak. Setiap fase tumbuh kembang memiliki kebutuhan stimulasi yang berbeda. Pada bayi usia 0 hingga 3 bulan, stimulasi yang tepat adalah mengajak bayi berbicara dengan suara lembut dan senyuman, memberikan mainan dengan kontras warna hitam putih, serta membiarkan bayi tengkurap atau tummy time selama beberapa menit setiap hari untuk melatih kekuatan otot leher dan punggung.  Pada usia 3 hingga 6 bulan, stimulasi bisa ditingkatkan dengan memberikan mainan yang mudah digenggam, mengajak bayi meraih benda-benda di sekitarnya, dan memperkenalkan berbagai suara dan tekstur.

Namun di  usia 6 hingga 12 bulan, stimulasi meliputi bermain cilukba untuk melatih objek permanen, mendorong bayi merangkak dan berdiri, serta mengajak bayi meniru suara dan gerakan sederhana. Semakin bertambah usia anak, stimulasi harus semakin kompleks dan menantang sesuai dengan kemampuan yang sedang berkembang. Orang tua perlu mengamati minat dan respons anak terhadap stimulasi yang diberikan agar tidak memaksakan stimulasi yang belum sesuai dengan tahapan perkembangannya.

3. Pantau Grafik Pertumbuhan Secara Rutin

Tips ketiga adalah memantau pertumbuhan anak secara rutin melalui pengukuran berat badan, tinggi badan atau panjang badan, dan lingkar kepala. Pemantauan ini penting untuk mendeteksi dini jika ada masalah pertumbuhan seperti gagal tumbuh atau failure to thrive, stunting atau tinggi badan di bawah standar, atau kelebihan berat badan. Setiap hasil pengukuran harus dicatat pada grafik pertumbuhan yang tersedia di buku KIA atau Kartu Menuju Sehat. Grafik pertumbuhan memungkinkan dokter anak melihat pola pertumbuhan anak dari waktu ke waktu bukan hanya dari satu kali pengukuran. Anak dikatakan tumbuh optimal jika kurva pertumbuhannya mengikuti garis grafik yang konsisten naik. Jika kurva pertumbuhan mendatar atau menurun, ini perlu diwaspadai dan dievaluasi lebih lanjut. Pemantauan pertumbuhan sebaiknya dilakukan setiap bulan pada bayi di bawah 1 tahun, setiap 3 bulan pada anak usia 1 hingga 3 tahun, dan setiap 6 bulan pada anak usia di atas 3 tahun. Dokter anak di RSIA Kendangsari siap membantu memantau pertumbuhan si kecil secara berkala.

4. Penuhi Kebutuhan Imunisasi Sesuai Jadwal

Tips keempat yang sangat penting adalah memastikan anak mendapatkan imunisasi lengkap sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia atau IDAI. Imunisasi adalah upaya pencegahan yang paling efektif untuk melindungi anak dari berbagai penyakit berbahaya yang bisa menyebabkan kecacatan bahkan kematian. Beberapa imunisasi dasar yang wajib diberikan meliputi imunisasi Hepatitis B yang diberikan segera setelah lahir, BCG untuk mencegah TBC berat, Polio untuk mencegah kelumpuhan, DPT untuk mencegah difteri, pertusis atau batuk rejan, dan tetanus, imunisasi campak atau MR untuk mencegah campak dan rubella, serta imunisasi pneumonia atau PCV untuk mencegah radang paru-paru. Selain imunisasi dasar, ada juga imunisasi lanjutan dan imunisasi tambahan yang dianjurkan seperti imunisasi rotavirus untuk mencegah diare berat, imunisasi varisela untuk mencegah cacar air, imunisasi influenza, dan imunisasi HPV untuk mencegah kanker serviks pada anak perempuan. Konsultasikan jadwal imunisasi anak dengan dokter anak untuk mendapatkan perlindungan yang optimal.

5. Perhatikan Pola Makan dan Nutrisi Seimbang

Tips kelima adalah memperhatikan pola makan dan nutrisi seimbang anak sejak awal pemberian makanan pendamping ASI atau MPASI. Setelah bayi berusia 6 bulan, ASI saja tidak lagi cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi yang semakin meningkat. MPASI harus diberikan secara bertahap mulai dari tekstur yang paling lembut hingga tekstur yang lebih kasar sesuai dengan kesiapan kemampuan mengunyah dan menelan bayi. Prinsip MPASI adalah memberikan makanan dengan komposisi gizi lengkap yang terdiri dari karbohidrat sebagai sumber energi seperti nasi, kentang, atau ubi, protein hewani seperti telur, daging ayam, ikan, atau hati ayam, protein nabati seperti tahu atau tempe, sayuran dan buah-buahan sebagai sumber vitamin dan mineral, serta lemak sehat dari minyak, mentega, atau santan dalam jumlah yang cukup. Orang tua perlu memperkenalkan berbagai jenis makanan dengan rasa dan tekstur yang bervariasi untuk mencegah anak menjadi picky eater atau pilih-pilih makanan. Hindari memberikan tambahan gula dan garam pada MPASI bayi karena ginjal bayi belum siap memprosesnya.

6. Deteksi Dini Gangguan Perkembangan

Tips keenam yang tidak kalah penting adalah melakukan deteksi dini terhadap kemungkinan gangguan perkembangan pada anak. Setiap anak memiliki tahapan perkembangan yang unik namun ada beberapa tonggak perkembangan atau milestone yang harus dicapai pada usia tertentu. Orang tua perlu waspada jika anak tidak menunjukkan respons terhadap suara pada usia 3 bulan, tidak bisa duduk sendiri pada usia 9 bulan, tidak merangkak pada usia 12 bulan, tidak bisa berjalan pada usia 18 bulan, atau tidak bisa berbicara minimal 2 kata bermakna pada usia 2 tahun. Keterlambatan dalam mencapai milestone ini bisa menjadi tanda adanya gangguan perkembangan yang memerlukan intervensi dini. Semakin cepat gangguan perkembangan terdeteksi, semakin besar peluang untuk mendapatkan penanganan yang efektif. Dokter anak dapat melakukan skrining perkembangan menggunakan alat seperti KPSP atau Kuesioner Pra Skrining Perkembangan dan Denver II. Jika ditemukan kecurigaan keterlambatan, dokter anak akan merujuk ke terapis atau spesialis tumbuh kembang anak untuk evaluasi dan intervensi lebih lanjut.

Kesimpulan

Tumbuh kembang anak yang optimal membutuhkan perhatian dan pemantauan dari orang tua sejak dini. Enam tips di atas mulai dari pemberian ASI eksklusif, stimulasi sesuai usia, pemantauan pertumbuhan rutin, imunisasi lengkap, pola makan bergizi seimbang, hingga deteksi dini gangguan perkembangan akan membantu orang tua memastikan si kecil tumbuh dan berkembang dengan optimal. Dokter anak terbaik Surabaya di RSIA Kendangsari siap mendampingi orang tua dalam memantau dan mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Jadwalkan konsultasi dengan dokter anak RSIA Kendangsari secara rutin untuk memastikan si kecil tumbuh sehat dan cerdas.


gangguan-tiroid.webp?fit=1000%2C667&ssl=1

Pernah merasa mudah lelah, berat badan tiba-tiba berubah, atau jantung sering berdebar tanpasebab jelas? Bisa jadi itu bukan sekadar kelelahan biasa. Tubuh kita memiliki kelenjar kecilbernama tiroid yang perannya sangat besar dalam menjaga keseimbangan metabolisme.

Tiroid terletak di bagian depan leher dan berbentuk seperti kupu-kupu. Meski kecil, kelenjarini menghasilkan hormon yang membantu tubuh mengubah makanan menjadi energi. Hormon tiroid juga berpengaruh pada kerja jantung, otak, otot, pencernaan, hingga sistemreproduksi. Karena itu, ketika tiroid bermasalah, dampaknya bisa terasa ke seluruh tubuh.

Dua Gangguan Tiroid yang Paling Sering Terjadi

1. Hipotiroidisme (Hormon Terlalu Rendah)
Saat tubuh kekurangan hormon tiroid, metabolisme menjadi lambat. Akibatnya, tubuh terasamudah lelah, berat badan cenderung naik, kulit menjadi kering, rambut mudah rontok, dan pada wanita bisa terjadi gangguan siklus haid.

2. Hipertiroidisme (Hormon Terlalu Tinggi)
Sebaliknya, jika hormon tiroid berlebihan, metabolisme menjadi terlalu cepat. Penderitanyabisa mengalami penurunan berat badan drastis, jantung berdebar, mudah berkeringat, tangangemetar, hingga sulit tidur.

Mengapa Tidak Boleh Diabaikan?

Gejala gangguan tiroid sering kali samar dan dianggap hal biasa. Padahal, jika tidakditangani, kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, gangguan kesuburan, komplikasi kehamilan, bahkan menurunkan kualitas hidup.

Kabar baiknya, gangguan tiroid bisa dideteksi melalui pemeriksaan dokter dan tes darahsederhana. Dengan penanganan yang tepat, kondisi ini umumnya dapat dikontrol denganbaik.

Kapan Perlu Periksa?

Pertimbangkan untuk memeriksakan diri jika Anda mengalami:

Perubahan berat badan tanpa sebab jelas
Mudah lelah atau gelisah berlebihan
Detak jantung tidak teratur
Rambut rontok berlebihan
Gangguan siklus menstruasi

Penutup

Kesehatan tiroid adalah bagian penting dari kesehatan tubuh secara keseluruhan. Mengenalitanda-tandanya sejak dini adalah langkah awal untuk menjaga metabolisme tetap seimbangdan tubuh tetap bertenaga.

💙 Tiroid terjaga, hidup pun lebih berkualitas.


jamur-pada-vagina-wanita.webp?fit=1000%2C789&ssl=1

Infeksi jamur vagina atau Vulvovaginal Candidiasis (VVC) adalah kondisi yang cukupsering dialami wanita. Penyebab utamanya adalah pertumbuhan berlebih jamur Candida albicans di vagina. Sebenarnya, jamur ini memang secara alami ada dalam tubuh. Namunketika keseimbangan lingkungan vagina terganggu, jumlahnya bisa meningkat dan menimbulkan keluhan.

Beberapa faktor dapat memicu kondisi ini, seperti perubahan pH vagina, penggunaanantibiotik, kehamilan, diabetes yang tidak terkontrol, daya tahan tubuh yang menurun, hinggapenggunaan kontrasepsi hormonal dosis tinggi.

Gejala yang sering dirasakan antara lain gatal hebat di area vulva dan vagina, rasa terbakar, kemerahan atau bengkak, serta nyeri saat buang air kecil atau saat berhubungan intim. Keputihan yang muncul biasanya berwarna putih kental menyerupai cottage cheese dan umumnya tidak berbau.

Jika ini adalah pertama kalinya Anda mengalami gejala tersebut, keluhan terasa berat, tidakmembaik dengan obat bebas, terjadi berulang lebih dari empat kali dalam setahun, atau Anda sedang hamil, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Untuk membantu mencegah VVC, penting menjaga kebersihan area genital dengan cara yang benar. Hindari penggunaan sabun berpewangi kuat atau douching, pilih pakaian dalamberbahan katun yang tidak terlalu ketat, dan segera ganti pakaian yang lembap setelahberenang atau berolahraga. Menjaga pola makan seimbang serta mempertahankan daya tahantubuh juga berperan penting dalam mencegah infeksi berulang.

Menjaga kesehatan area kewanitaan bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga soalkeseimbangan. Kenali gejalanya sejak dini dan jangan ragu berkonsultasi bila diperlukan. 💗


olah-raga-ringan-ibu-hamil.webp?fit=1000%2C667&ssl=1

Banyak orang menganggap olahraga harus dilakukan dalam waktu lama dan dengan intensitas tinggi. Padahal, bagi orang dengan jadwal padat, olahraga ringan yang dilakukan secara konsisten sudah cukup untuk menjaga kebugaran tubuh.

Aktivitas fisik ringan seperti jalan cepat, stretching, atau latihan sederhana tanpa alat dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah, menjaga kekuatan otot, serta mengurangi risiko penyakit akibat gaya hidup sedentari. Selain itu, olahraga ringan juga membantu mengurangi stres dan meningkatkan fokus saat bekerja.

Durasi olahraga tidak harus lama. Meluangkan waktu 10–20 menit per hari, baik di rumah maupun di kantor, sudah memberikan manfaat kesehatan yang nyata. Kunci utamanya adalah memilih aktivitas yang mudah dilakukan dan menjadikannya kebiasaan.

Kesimpulan

Orang sibuk tetap bisa menjaga kesehatan dengan olahraga ringan yang praktis dan fleksibel. Tidak perlu menunggu waktu luang panjang — sedikit gerak setiap hari lebih baik daripada tidak sama sekali.

💙 Mulai bergerak hari ini untuk tubuh yang lebih sehat.



Bibir sumbing adalah kondisi yang sering membuat orang tua cemas, tetapi dengan penanganan yang tepat, anak dapat tumbuh sehat, percaya diri, dan memiliki kualitas hidup yang sama baiknya dengan anak lainnya.
Ikuti penjelasan dokter secara lengkap tentang penyebab bibir sumbing, kapan waktu terbaik untuk operasi, bagaimana proses pemulihannya, serta apa yang harus diperhatikan orang tua selama masa perawatan.

Pemahaman yang benar dapat membuat perjalanan ini terasa jauh lebih ringan — karena setiap langkah yang Anda lakukan berarti besar bagi masa depan si kecil. 💛✨

Hubungi Layanan Pelanggan RSIA Kendangsari, bila Ayah Bunda ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetika di RSIA Kendangsari di nomor berikut ini
📱082257251113
☎️(031) 8437200/8436200

#rsia
#rumahsakitibudananak
#rsiakendangsari
#bibirsumbing
#operasibibirsumbing
#cleftpalate


accompaniment-abortion-process.webp?fit=1000%2C665&ssl=1

#ksedukasi
Setiap kontrol kehamilan pasti ada rasa penasaran dan sedikit cemas, kan Bun?
Tenang… Bunda tidak sendirian. Ada 3 pertanyaan yang paling sering muncul saat periksa hamil — dan penting banget untuk dipahami sejak awal 💗
1.⁠ ⁠Berat janin sudah sesuai?
2.⁠ ⁠Gerakan janin bagaimana?
3.⁠ ⁠Posisi janin seperti apa?

Semua akan dibahas lengkap oleh dokter saat kontrol. Jangan ragu bertanya ya, Bunda, karena kesehatan Bunda & si kecil nomor satu!

Yuk jadwalkan periksa kehamilan di RSIA Kendangsari
Informasi selengkapnya dapat menghubungi Layanan Pelanggan kami di nomor
📱082257251113
☎(031)8437200/8436200

#rsia
#rsiakendangsari
#rumahsakitibudananak
#rsiasurabaya
#ibuhamil
#periksahamil
#dokterobgyn
#kehamilan
#pregnancy


nebulizer.webp?fit=1000%2C667&ssl=1

 

Nebulizer sering dianggap solusi cepat saat anak sesak atau mengi. Namun, tidak semua kondisi membutuhkan nebulisasi. Penggunaan obat inhalasi harus berdasarkan indikasi medis, karena beberapa kasus justru lebih efektif memakai inhaler (MDI) + spacer.

Apa Itu Nebulizer?

Nebulizer mengubah obat cair menjadi uap halus agar mudah dihirup. Biasanya dipakai untuk:

  • sesak napas,
  • mengi (wheezing),
  • eksaserbasi asma,
  • bronkospasme,
  • atau kondisi tertentu sesuai anjuran dokter.

Kapan Nebulizer Dibutuhkan?

1. Serangan Asma
Bronkodilator seperti salbutamol dapat diberikan dengan nebulizer, terutama jika anak tidak kooperatif memakai inhaler.
Namun pada banyak anak >1–2 tahun, MDI + spacer sama efektifnya, lebih cepat, dan lebih praktis.

2. Bronchiolitis (pada bayi)
Pedoman medis tidak menyarankan nebulizer rutin (salbutamol/epinefrin/steroid).
Beberapa rumah sakit mungkin memakai saline 3% pada pasien rawat inap, tetapi bukan terapi utama di IGD.

3. Kondisi Lain
Penggunaan nebulizer bisa dianjurkan pada kasus tertentu, misalnya lendir sangat kental atau obat khusus yang memang harus dihantarkan dengan nebulizer.

Tanda Anak Membutuhkan Evaluasi Segera

  • napas cepat atau terlihat tarikan dinding dada,
  • mengi,
  • anak sangat lemas,
  • bibir/ujung jari kebiruan.

Jika muncul gejala berat, segera bawa ke IGD. Nebulizer di rumah tidak menggantikan pemeriksaan medis.

Tips Aman untuk Orang Tua

  • Gunakan nebulizer hanya dengan resep dan dosis dokter.
  • Minta petunjuk cara pakai dan cara membersihkan alat.
  • Pastikan cup, masker, dan selang bersih dan kering setelah digunakan.
  • Jika ragu pilih nebulizer atau spacer, konsultasikan ke dokter anak.

Butuh konsultasi atau panduan penggunaan inhalasi yang tepat untuk anak Anda?

Hubungi kami melalui WhatsApp 082257251113 untuk membuat janji pemeriksaan dan dapatkan pendampingan terbaik untuk tumbuh kembang buah hati Anda.


hujan.webp?fit=1000%2C667&ssl=1

Waspadai Diare di Musim Hujan: Panduan Singkat untuk Orang Tua Baru

Musim hujan sering membuat kasus diare pada bayi dan anak meningkat. Kelembapan tinggi, banjir, hingga kualitas air yang menurun membuat kuman lebih mudah berkembang. Untuk orang tua baru, memahami risiko ini penting—karena diare bisa cepat memburuk dan menyebabkan dehidrasi.

Kenapa Musim Hujan Rentan Diare?

Saat hujan, sumber air lebih mudah tercemar bakteri, virus (termasuk rotavirus), dan parasit. Sanitasi yang menurun dan suhu lembap juga menjadi pemicu utama. Akibatnya, anak lebih mudah terkena infeksi saluran cerna.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Diare bukan hanya BAB cair. Perhatikan juga:

  • muntah,
  • demam,
  • perut kembung/nyeri,
  • nafsu makan turun,
  • anak tampak rewel atau lemas.

Pada bayi, kondisi dapat berubah sangat cepat, jadi pantau ketat setiap beberapa jam.

Bahaya Dehidrasi

Dehidrasi adalah komplikasi yang paling berbahaya. Tanda-tandanya:

  • bibir dan mulut kering,
  • mata cekung,
  • jarang pipis,
  • kulit tidak elastis,
  • anak tampak lesu atau mengantuk.

Pada beberapa kasus, dehidrasi bisa muncul dalam hitungan jam. Langkah pertama: segera beri oralit.

Penanganan Aman di Rumah

  1. Berikan oralit setiap kali anak BAB cair.
  2. ASI, susu formula, dan makanan tetap diteruskan.
  3. Hindari obat antidiare tanpa resep.
  4. Pastikan kebersihan tangan, air minum, botol, dan alat makan.
  5. Pantau pipis dan kondisi umum anak secara berkala.

Kapan Harus ke Dokter/IGD?

Segera periksa bila:

  • usia < 6 bulan,
  • diare sangat sering,
  • muntah terus-menerus,
  • feses berdarah/lendir bau tajam,
  • anak tidak mau minum,
  • tampak sangat lemas,
  • muncul tanda dehidrasi berat.

Anak mungkin membutuhkan infus dan observasi lebih intensif.

Pencegahan di Musim Hujan

  • pastikan air minum dimasak hingga mendidih,
  • cuci tangan dengan benar,
  • simpan makanan dalam wadah tertutup,
  • bersihkan mainan anak,
  • pertimbangkan vaksin rotavirus untuk perlindungan tambahan.

pastedGraphic.png

Jaga si kecil tetap sehat di musim hujan.

Butuh konsultasi soal diare atau dehidrasi? Hubungi layanan pelanggan RSIA Kendangsari hubungi kami melalui WhatsApp 082257251113 untuk membuat janji pemeriksaan 




Hubungi Kami


Kontak

031 8347200 / 031 8436200
082257251113


Lokasi Kami

Jl. Raya Kendangsari 38 Surabaya
Jawa Timur




Subscribe


Mendaftarlah ke buletin RSIA Kendangsari untuk menerima semua berita dan diskon dari RSIA Kendangsari Surabaya





    Social Media


    Instagram

    @rsiakendangsari


    Youtube

    Rumah Sakit Ibu dan Anak Kendangsari


    Facebook

    @rsiakendangsarisurabaya




    Copyright by RSIA Kendangsari 2024. All rights reserved.



    Copyright by RSIA Kendangsari  2024. All rights reserved.