9540086.webp?fit=800%2C800&ssl=1

Kehilangan kehamilan tentu menjadi hal yang sangat ditakuti setiap ibu hamil. Keguguranadalah kondisi berhentinya kehamilan sebelum usia 20 minggu. Penyebabnya bisa beragam, mulai dari kelainan kromosom, infeksi, gangguan hormon, masalah pada rahim, hingga gayahidup yang kurang sehat.

Meski seringkali penyebab pasti tidak bisa diidentifikasi, penting bagi Bunda untukmengenali tanda-tandanya sejak awal agar bisa segera mendapatkan pertolongan.

🚨 Siapa yang Berisiko Lebih Tinggi?

Seorang wanita memiliki risiko lebih tinggi mengalami keguguran jika:

Usia lebih dari 35 tahun
Memiliki penyakit tertentu (seperti diabetes, gangguan tiroid)
Pernah mengalami keguguran berulang (>3 kali)
Obesitas
Perokok aktif maupun pasif
Mengonsumsi alkohol atau obat-obatan terlarang

🔎 Tanda-Tanda Keguguran

Keguguran bisa dibagi menjadi dua kondisi:

👉 Keguguran yang masih bisa dipertahankan:

Perdarahan ringan atau sedang
Kram perut bawah atau nyeri punggung
Mulut rahim masih tertutup
Hasil USG menunjukkan janin masih utuh

👉 Keguguran yang tidak bisa dipertahankan:

Perdarahan banyak, kadang disertai gumpalan darah
Kram perut bawah hebat
Mulut rahim mulai terbuka
Keluar jaringan/gumpalan darah dari vagina
USG menunjukkan janin tidak dapat dipertahankan

Jika Bunda mengalami gejala di atas, segera periksakan diri ke dokter kandungan untukmendapatkan penanganan yang tepat.

🌱 Cara Mencegah Keguguran

Tidak semua keguguran bisa dicegah, tetapi Bunda bisa menurunkan risikonya denganmenjaga kesehatan sejak awal kehamilan:

1. Terapkan gaya hidup sehat (olahraga ringan, makan bergizi, tidur cukup, dan kelolastres).
2. Cukupi kebutuhan cairan harian.
3. Konsumsi vitamin hamil sesuai anjuran dokter.
4. Hindari rokok, alkohol, dan obat-obatan terlarang.
5. Batasi kafein.
6. Waspadai paparan radiasi, bahan kimia, dan penyakit menular.
7. Rutin kontrol ke dokter kandungan.
8. Segera obati infeksi bila ada keluhan.

💖 Ingat, Bunda Tidak Sendiri

Mengalami perdarahan atau kram saat hamil bisa membuat panik, tetapi jangan menundauntuk mencari pertolongan medis. Semakin cepat diperiksa, semakin besar peluangkehamilan bisa dipertahankan.

👉 Yuk, jadwalkan pemeriksaan rutin di RSIA Kendangsari.
Tim dokter kandungan kami siap mendampingi Bunda dengan penuh perhatian, agar perjalanan kehamilan lebih sehat dan tenang.

Karena setiap detik bersama buah hati dalam kandungan sangatlah berharga.


WhatsApp-Image-2024-11-04-at-13.21.54.webp?fit=1080%2C1080&ssl=1

Halo Bunda…

Salah satu cara menjaga kebugaran selama kehamilan yaitu dengan melakukan senam hamil. Senam hamil di RSIA Kendangsari merupakan gabungan antara Yoga, Pilates dan Taichi. Menarik bukan ?

Yuk ikutan Senam Hamil @rsiakendangsari setiap hari
?Rabu dan Sabtu
⏲️Pukul 09.00
?Ruang Orange RSIA Kendangsari
Jl. Raya Kendangsari no. 38

Investasi :
Rp 35.000,- (single atau per datang)
Rp. 90.000,- (paket 3x senam)
Dapatkan benefit dan promo menarik untuk peserta senam

Registrasi & Informasi :
?082257251113
☎ (031} 8437200/8436200


pusing-hamil.jpg?fit=533%2C800&ssl=1

Pusing saat hamil merupakan kondisi yang cukup sering terjadi selama masa kehamilan. Meski terkesan ringan, keluhan ini kerap mengganggu aktivitas sehari-hari. Namun, Bunda tidak perlu khawatir, karena ada beragam cara untuk mengatasinya, kok.

Pusing di awal kehamilan atau trimester pertama dapat terjadi akibat peningkatan hormon progresteron yang berfungsi untuk mengendurkan dan melebarkan otot di dinding pembuluh darah. Aktivitas ini berfungsi untuk meningkatkan aliran darah dari ibu ke janin.

Pada trimester kedua, pertumbuhan dan perkembangan janin menyebabkan ukuran rahim semakin besar. Hal ini membuat rahim mendorong dan menekan pembuluh darah di sekitarnya, sehingga aliran darah ke jantung dan otak sedikit berkurang. Inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa ibu hamil sering merasa pusing.

Pusing akibat terlalu lama berbaring biasanya terjadi pada trimester ketiga kehamilan. Pada kondisi ini, pusing bisa disebabkan oleh aliran darah yang berkurang akibat penekanan pembuluh darah utama yang membawa darah ke jantung. Dengan begitu, sirkulasi darah ke otak pun menjadi berkurang sehingga menyebabkan pusing.

Gejala dan Ciri-ciri

Gejala pusing dalam kehamilan bisa bervariasi, tetapi beberapa tanda umumnya meliputi:

  1. Sensasi kepala ringan atau melayang.
  2. Pandangan kabur atau gelap sesaat.
  3. Kesulitan menjaga keseimbangan.
  4. Mual yang disertai pusing.
  5. Rasa lelah yang berlebihan.
  6. Berkeringat dingin.
  7. Detak jantung cepat atau tidak teratur.

Faktor Risiko

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko pusing dalam kehamilan antara lain:

  1. Tekanan Darah Rendah: Tekanan darah cenderung menurun selama trimester pertama dan kedua karena pembuluh darah melebar.
  2. Hipoglikemia: Kadar gula darah rendah akibat tidak makan cukup atau terlalu lama antara waktu makan.
  3. Anemia: Kekurangan sel darah merah atau hemoglobin dapat menyebabkan pusing.
  4. Morning sickness: Pusing juga banyak dialami oleh ibu hamil yang mengalami morning sickness, yaitu kondisi ketika ibu hamil mengalami mual dan muntah. Apabila muntah terjadi terus-menerus, ibu hamil bisa mengalami kekurangan gula darah dan dehidrasi, sehingga muncul keluhan pusing.
  5. Dehidrasi: Kurangnya asupan cairan dapat menyebabkan pusing.
  6. Perubahan Posisi Mendadak: Bangun dari posisi duduk atau berbaring terlalu cepat dapat menyebabkan darah tidak mengalir dengan baik ke otak.
  7. Kekurangan Oksigen: Ruangan yang pengap atau tidak berventilasi baik dapat mengurangi suplai oksigen, menyebabkan pusing.
  8. Kondisi Medis Lain: Gangguan pada sistem kardiovaskular atau sistem saraf, diabetes gestasional, hipertensi gestasional, keguguran, preeklamsia, asma, atau infeksi.
  9. Bisa disebabkan oleh kondisi lain, seperti kelelahan, aktivitas fisik terlalu berat, stres, dan kurang tidur.

Bahaya

Meskipun pusing dalam kehamilan umumnya tidak berbahaya, namun dapat menyebabkan beberapa risiko, terutama jika sering terjadi atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan:

  1. Pingsan: Risiko terjatuh dan cedera.
  2. Komplikasi Kehamilan: Jika pusing disebabkan oleh kondisi medis seperti preeklampsia, diabetes gestasional, atau anemia berat, perlu penanganan medis segera.
  3. Kecemasan dan Ketidaknyamanan: Rasa pusing yang berulang dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan kecemasan berlebih pada ibu hamil.

Cara Pemeriksaan

Untuk memastikan penyebab pusing dalam kehamilan dan menentukan langkah penanganan yang tepat, beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan meliputi:

  1. Pemeriksaan Tekanan Darah: Untuk mengukur tekanan darah dan memastikan tidak ada kondisi seperti hipotensi.
  2. Tes Darah: Untuk mengevaluasi kadar hemoglobin, gula darah, dan elektrolit.
  3. Pemeriksaan Fisik: Melihat tanda-tanda vital dan memeriksa kemungkinan penyebab lain dari pusing.
  4. Pemantauan Kondisi Kehamilan: Melakukan USG atau pemeriksaan lanjutan jika diperlukan.

Cara Mencegah

Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko pusing dalam kehamilan antara lain:

  1. Hindari Berdiri Terlalu Lama: Jika perlu berdiri lama, pastikan untuk bergerak atau menggerakkan kaki agar aliran darah tetap lancar.
  2. Pola Makan Teratur: Makan secara teratur dan pastikan asupan nutrisi seimbang.
  3. Hindari Dehidrasi: Pastikan asupan cairan cukup, terutama saat cuaca panas.
  4. Ventilasi Ruangan: Pastikan ruangan memiliki sirkulasi udara yang baik untuk menghindari kekurangan oksigen.
  5. Kendalikan Stres: Teknik relaksasi seperti meditasi atau yoga dapat membantu mengurangi stres yang dapat memicu pusing.

Dengan memahami penyebab dan cara mengatasi pusing dalam kehamilan, ibu hamil dapat menjalani kehamilan dengan lebih nyaman dan aman. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter jika ada gejala yang dirasakan, agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Cara Menghadapi Pusing

1. Konsumsi makanan kaya zat besi

Zat besi merupakan nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk membentuk sel darah merah. Oleh karena itu, untuk mencegah dan mengatasi anemia, Bumil dianjurkan untuk mengonsumsi makanan kaya zat besi, seperti daging merah, ikan, biji-bijian, dan dan kacang-kacangan.

Saat mengonsumsi makanan tersebut, pastikan untuk mengolah dan memasaknya hingga matang sepenuhnya, ya. Hal ini penting dilakukan untuk mencegah penularan penyakit yang dapat menular dari makanan mentah, seperti demam tifoid dan infeksi toxoplasma.

2. Terapkan pola makan secara teratur

Tak hanya rutin mengonsumsi makanan sehat, Bunda juga perlu makan secara teratur agar kadar gula darah tetap stabil. Idealnya, setiap ibu hamil dianjurkan untuk makan dengan porsi sedikit, tetapi sering. Hindari makan dalam porsi terlalu banyak karena bisa saja membuat Bumil merasa mual. Hindari pula konsumsi makanan yang terlalu banyak mengandung gula atau lemak.

3. Cukupi kebutuhan cairan tubuh

Minum air putih yang cukup selama kehamilan perlu dilakukan setiap hari agar Bumil terhindar dari dehidrasi. Agar lebih aman, Bumil sebaiknya menghindari minuman yang mengandung kafein, seperti teh, kopi, dan minuman berkarbonasi, karena jenis minuman ini bisa membuat Bumil merasa mual atau pusing.

4. Pastikan tubuh selalu aktif bergerak

Agar aliran darah tetap lancar, Bumil perlu rutin bergerak dan berolahraga. Jika pekerjaan Bumil lebih banyak duduk, cobalah untuk berjalan sesekali atau lakukan stretching. Namun, tetap berhati-hati karena Bunda mungkin sulit menjaga keseimbangan tubuh, terutama pada trimester akhir kehamilan.

5. Hindari berbaring telentang terlalu lama

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, telentang dalam waktu lama akan menyebabkan tertekannya pembuluh darah utama yang membawa darah kembali ke jantung sehingga menghambat sistem sirkulasi. Berbaring menyamping saat hamil memang sulit, tetapi Bumil jangan ragu untuk meminta bantuan pasangan, ya.

6. Hindari mandi air hangat terlalu lama

Ibu hamil boleh saja mandi atau berendam air hangat, tetapi sebaiknya jangan terlalu lama. Agar lebih aman, Bumil sebaiknya mandi air hangat cukup selama 10 menit saja. Jika Bumil mandi air hangat atau sauna terlalu lama, hal ini berisiko menyebabkan kenaikan suhu tubuh, sehingga membuat Bumil rentan dehidrasi dan pusing karena kekurangan cairan tubuh.

7. Hentikan kebiasaan merokok

Merokok selama hamil dapat meningkatkan risiko darah tinggi dan eklamsia. Tak hanya itu, bahaya rokok saat hamil juga akan memberi dampak bagi kesehatan janin, mulai dari bayi lahir prematur hingga cacat lahir pada bayi.

8. Kurangi stres

Stres dan rasa cemas saat hamil juga kerap menjadi penyebab pusing saat hamil. Oleh karena itu, Bumil perlu mengelola stres dengan baik agar tidak sering merasa pusing. Hal ini bisa dilakukan dengan melakukan relaksasi, mencoba latihan pernapasan, atau berolahraga ringan. Selain itu, Bumil juga perlu tidur yang cukup, yaitu sekitar 7–9 jam setiap malam agar tubuh bisa memperoleh energi yang cukup.

9. Rutin control

Jangan lupa untuk kontrol kehamilan secara rutin sesuai anjuran dokter dan mengonsumsi suplemen kehamilan yang telah diresepkan dokter. Meski pusing ketika hamil dapat disebabkan oleh berbagai hal, biasanya gejala ini bersifat ringan dan dapat hilang dengan sendirinya tanpa konsumsi obat pusing.

Bila berbagai cara di atas belum efektif untuk mengatasi pusing saat hamil atau keluhan disertai gejala lain, seperti kulit pucat, bibir kering, diare, demam, hingga pingsan, segera periksakan diri ke dokter agar dapat diketahui penyebabnya dan diberikan penanganan yang tepat.

Tips yang Bisa Dijalankan

Berikut beberapa tips praktis yang dapat membantu mengurangi dan mencegah pusing selama kehamilan:

  1. Konsumsi Camilan Sehat: Bawa camilan sehat seperti buah-buahan, kacang-kacangan, atau biskuit gandum untuk menjaga kadar gula darah.
  2. Pakai Pakaian Longgar: Kenakan pakaian yang longgar dan nyaman untuk meningkatkan sirkulasi darah.
  3. Jaga Pola Tidur: Pastikan tidur cukup setiap malam, dan jika perlu, tambahkan waktu istirahat siang.
  4. Lakukan Olahraga Ringan: Seperti jalan kaki atau senam kehamilan, yang dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah dan menjaga kebugaran.
  5. Konsultasi dengan Dokter: Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika pusing sering terjadi atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan.
  6. Jangan bangun terlalu cepat dari tempat tidur atau kursi.
  7. Jangan terlalu lama dan sering berendam dalam air panas (tubuh akan menjadi panas secara berlebihan).
  8. Jangan berdiri terlalu lama. Jika terpaksa berdiri lama, cobalah tarik otot-otot perut sedikit ke dalam dan gerakan jari kaki agar sirkulasi darah tetap lancar.
  9. Coba hirup minyak mentol atau minyak berbau segar.
  10. Jangan biarkan perut lapar karena kadar gula darah bisa turun drastis
  11. Selalu cek tekanan darah.
  12. Minumlah cukup cairan agar tidak mengalami dehidrasi.

fetomaternal.jpg?fit=789%2C800&ssl=1

Fetomaternal adalah cabang ilmu kedokteran yang berfokus pada kesehatan ibu dan janin selama masa kehamilan, persalinan, dan setelah melahirkan. Kehamilan adalah periode kritis yang tidak hanya memengaruhi kesehatan ibu tetapi juga perkembangan janin yang sedang tumbuh. Oleh karena itu, perhatian khusus terhadap aspek fetomaternal sangat penting untuk memastikan kelahiran yang aman dan bayi yang sehat.

Peran Fetomaternal dalam Kesehatan Kehamilan

Fetomaternal mencakup berbagai aspek kesehatan yang berhubungan dengan ibu dan janin, termasuk pemantauan perkembangan janin, pencegahan dan penanganan komplikasi kehamilan, serta pengelolaan kondisi medis yang dapat memengaruhi kehamilan. Dokter spesialis fetomaternal bekerja sama dengan dokter kandungan untuk memberikan perawatan komprehensif yang dirancang untuk mengoptimalkan hasil kehamilan.

1. Pemantauan Perkembangan Janin

Pemantauan perkembangan janin adalah salah satu fokus utama dalam fetomaternal. Pemeriksaan ultrasonografi (USG) secara rutin dilakukan untuk memastikan bahwa janin berkembang dengan baik dan tidak ada tanda-tanda kelainan. Pemantauan ini juga memungkinkan deteksi dini kondisi-kondisi seperti pertumbuhan janin yang terhambat atau kelainan kongenital, yang memungkinkan intervensi dini.

2. Pencegahan dan Penanganan Komplikasi Kehamilan

Komplikasi kehamilan, seperti preeklampsia, diabetes gestasional, dan pertumbuhan janin terhambat, dapat berdampak serius pada kesehatan ibu dan janin. Spesialis fetomaternal memiliki peran penting dalam mengidentifikasi risiko-risiko ini lebih awal dan memberikan perawatan yang tepat untuk mencegah atau mengurangi dampaknya.

3. Pengelolaan Kondisi Medis Ibu

Kondisi medis yang sudah ada sebelumnya, seperti hipertensi, penyakit jantung, atau gangguan autoimun, dapat memengaruhi kehamilan dan kesehatan janin. Spesialis fetomaternal bekerja untuk mengelola kondisi-kondisi ini selama kehamilan, memastikan bahwa perawatan ibu diadaptasi dengan kebutuhan khususnya selama masa kehamilan.

Pentingnya Promosi Kesehatan Selama Kehamilan

Promosi kesehatan ibu hamil sangat penting dalam fetomaternal. Ini termasuk edukasi mengenai nutrisi yang baik, pentingnya aktivitas fisik yang sesuai, manajemen stres, serta pentingnya pemeriksaan kehamilan yang rutin. Kesehatan ibu hamil yang optimal tidak hanya penting untuk kesejahteraan ibu tetapi juga untuk perkembangan janin yang sehat.

– Nutrisi : Mengonsumsi makanan yang kaya nutrisi penting seperti asam folat, zat besi, kalsium, dan protein sangat penting untuk mendukung perkembangan janin dan kesehatan ibu.

– Aktivitas Fisik : Aktivitas fisik yang aman, seperti berjalan kaki atau yoga, dapat membantu mengurangi risiko komplikasi kehamilan dan mempersiapkan tubuh ibu untuk persalinan.

– Pemeriksaan Rutin : Pemeriksaan rutin memungkinkan deteksi dini dan manajemen yang lebih baik terhadap kondisi-kondisi yang dapat memengaruhi kehamilan.

Kesimpulan

Fetomaternal adalah bidang yang sangat penting dalam memastikan kesehatan ibu dan janin selama kehamilan. Dengan fokus pada pemantauan perkembangan janin, pencegahan komplikasi, dan pengelolaan kondisi medis ibu, spesialis fetomaternal memainkan peran krusial dalam memastikan hasil kehamilan yang sehat. Promosi kesehatan yang tepat selama kehamilan juga sangat penting untuk mencegah komplikasi dan mendukung perkembangan janin yang optimal.

Referensi

1. *Reddy, U. M., Abuhamad, A. Z., Levine, D., & Saade, G. R. (2013).* Fetal Imaging: Executive Summary of a Joint Eunice Kennedy Shriver National Institute of Child Health and Human Development, Society for Maternal-Fetal Medicine, American Institute of Ultrasound in Medicine, American College of Obstetricians and Gynecologists, American College of Radiology, Society for Pediatric Radiology, and Society of Radiologists in Ultrasound Fetal Imaging Workshop. Obstetrics & Gynecology, 122(4), 908-915. doi:10.1097/AOG.0b013e3182a6b6c7.

2. *Alfirevic, Z., Stampalija, T., & Medley, N. (2017).* Cervical stitch (cerclage) for preventing preterm birth in singleton pregnancy. Cochrane Database of Systematic Reviews, (6). doi:10.1002/14651858.CD008991.pub3.

3. *D’Alton, M. E., & Friedman, A. M. (2018).* Fetal therapy: In utero interventions for fetuses with congenital anomalies. American Journal of Obstetrics and Gynecology, 218(1), 113-122. doi:10.1016/j.ajog.2017.09.014.

4. *Nkwabong, E. (2017).* Fetomaternal outcome of uterine rupture during labor. International Journal of Gynecology & Obstetrics, 137(1), 16-21. doi:10.1002/ijgo.12103.

5. *Martin, J. A., Hamilton, B. E., Osterman, M. J., Driscoll, A. K., & Drake, P. (2018).* Births: Final data for 2017. National Vital Statistics Reports, 67(8), 1-50.


travelling-mom.jpg?fit=792%2C792&ssl=1

Banyak wanita hamil tidak mau melakukan perjalanan pada saat trimester awal (di bawah12 minggu) disebabkan adanya keluhan-keluhan yang sering muncul yaitu, mual, muntah, serta kondisi mudah lelah. Tiga bulan pertama pada kehamilan memang merupakan trimester yang sensitif dengan risiko tinggi terjadinya keguguran. Akan tetapi apabila merasa sehat dan telah mendiskusikan dengan dokter, maka tidak ada alasan untuk tidak melakukan perjalanan yang diinginkan.

Setelah 28 minggu, risiko yang bisa muncul adalah kemungkinan untuk terjadinya persalinan dini atau prematur, Jika Bunda memutuskan untuk tetap melakukan perjalanan maka diskusikan terlebih dahulu kepada dokter.

TRANSPORTASI APA YANG DIGUNAKAN?

Perjalanan Udara

Naik pesawat sebenarnya tidak membahakan bayi Bunda. Namun biasanya maskapai penerbangan tidak akan mengizinkan Bunda untuk naik pesawat di atas trimester akhir kehamilan (32 minggu). Waktu yang terbaik adalah antara 14 hingga 28 minggu, dimana risiko untuk terjadinya keguguran atau persalinan dini lebih rendah. Konsultasikan ke dokter Bunda sebelum berangkat. Biasanya dokter akan memberikan surat pengantar yang nantinya diserahkan kepada maskapai penerbangan terkait. Pada perjalanan panjang (di atas lima jam) ada sedikit risiko terjadinya deep vein thrombosis (DVT) atau trombosis vena dalam pada wanita hamil. Ini merupakan kondisi dimana terjadi bekuan darah pada vena dalam yang terletak di otot-otot dari kaki, Usahakan pada saat Bunda terbang minum air dalam jumlah yang cukup, dan melakukan stretching atau bergerak setiap beberapa jam (1,5-3 jam). Selain itu dianjurkan pula agar Bundamemakai kaus kaki khusus (compression stockings). Pastikan Anda mendapatkan ukuran yang sesuai dengan kaki, serta tahu cara memakainya dengan benar. Ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya pembengkakan pada kaki termasuk pula  pencegahan terhadap terjadinya DVT.

Perjalanan Darat

Kelelahan serta rasa pusing sering dirasakan oleh wanita hamil. Untuk itu, ibu hamil yang bertraveling penting untuk minum cukup air secara teratur, serta makan makanan yang sehat dan berenergi, seperti buah-buahan. Apabila perjalanannya panjang maka disarankan untuk berhenti setiap beberapa jam (1,5-3 jam). Supaya  merelaksasikan otot-otot tubuh serta memperlancar aliran darah, termasuk mencegah kram. Perhatikan pula sirkulasi udara dalam kendaraan. Apabila menggunakan sabuk pengaman maka yang atas pasanglah melintang di bawah payudara dan yang bawah melintang di daerah panggul (bawah perut). Jangan memasang sabuk pengaman melintang melewati perut. Hindari menyetir sendiri apabila akan melakukan perjalanan jauh.

Perjalanan Laut

Biasanya perjalanan menggunakan kapal laut pun. dibatasi hingga sebelum usia kehamilan 32 minggu. Ditakutkan di dalam perjalanan terjadi hal-hal emergency yang tidak bisa ditangani di dalam kapal yang sedang dinaiki.

 

oleh

dr. Raditya Ery Pratama Sp.OG., M.Ked. Klin


bayi.jpg?fit=1000%2C945&ssl=1

Bisakah memilih gender untuk calon bayi Ayah Bunda? Jawabannya BISA, secara teknis hal tersebut dimungkinkan. Pemilihan gender calon buah hati dapat diusahakan dengan beberapa cara, mulai dari cara yang sederhana hingga yang “canggih”. Tentunya probabilitas untuk mendapatkan gender seperti yang diinginkan akan lebih tinggi jika menggunakan cara yang “canggih” bila dibandingkan dengan yang sederhana.

Sebelum kita bahas lebih lanjut, Ayah Bunda perlu tahu bahwa sperma mengandung 1 pasang kromosom “X” dan “Y” (XY), sedangkan ovum mengandung 1 pasang kromsom “X” dan “X” (XX). Kromosom X jalannya lebih lambat daripada Y, X lebih menyukai suasana asam, sedang Y lebih menyukai suasana basa. Apabila kromosom X dari sperma bertemu dengan X dari ovum maka akan  terbentuk embrio gender perempuan, sedang bila kromosom Y dari sperma bertemu dengan X dari ovum maka akan terbentuk embrio gender laki-laki.

Memilih Jenis Kelamin Bayi Laki-Laki (Kromosom XY)

Calon Bunda disarankan untuk lebih banyak mengkonsumsi menu ikan dan menghindari menu daging pada makanan sehari-hari. Secara medis ikan akan menghasilkan zat yang menyebabkan pH vagina menjadi lebih basa, sehingga daya tahan kromosom Y di vagina lebih lama. Selain itu, dapat juga dengan melakukan hubungan suami istri pada saat ovulasi. Untuk menentukan ovulasi ini agak sulit apabila pola haid ibu tidak teratur sehingga bisa disiasati dengan pemeriksaan/tes kesuburan yang biasa dijual dipasaran. Dalam kondisi normal, ovulasi biasanya terjadi pada hari ke-14 atau ke-15 dihitung mulai hari pertama haid. Ada beberapa ahli yang mengatakan bahwa sang istri diharapkan bisa terjadi orgasme terlebih dahulu sebelum terjadinya ejakulasi suami dikarenakan akan membuat suasana pH vagina menjadi lebih basa, yaitu suasana yang disukai oleh kromosom Y pada sperma. Untuk cairan bilas, dapat digunakan campuran dari 1 sendok soda kue yang dilarutkan dengan 1,5 liter air (untuk bilas vagina sebelum maupun setelah berhubungan)

Memilih Jenis Kelamin Bayi Perempuan (Kromosom XX)

Kebalikan dengan cara sebelumnya, calon Bunda disarankan banyak mengkonsumsi daging dibandingkan ikan untuk memunculkan suasana pH yang lebih asam di vagina sehingga sel sperma dengan kromosom Y tidak tahan dengan suasana pH tersebut. Selain itu, disarankan untuk berhubungan 1 – 2 hari sebelum ovulasi, oleh karena sperma dengan kromosom X itu berjalan lebih lambat dan dapat bertahan hingga 2-3 hari sedangkan kromosom Y itu berjalan lebih cepat tapi mati dalam waktu 1 hari. Istri tidak perlu orgasme lebih dulu, sehingga bisa orgasme setelah terjadinya ejakulasi sperma.

Calon Ayah Bunda dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai hal ini. Bila ingin mengetahui kapan ovulasi terjadi, bisa menggunakan alat tes kesuburan seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Disamping cara-cara sederhana tersebut diatas, ada beberapa cara yang lebih “canggih” yang dapat digunakan salah satunya dengan melakukan inseminasi yaitu dengan pemilihan sperma. Cara ini tingkat keberhasilannya mencapai 80-90 %. Untuk tingkat akurasi yang mendekati 100% dapat digunakan teknik bayi tabung (IVF) dengan PGD (Preimplantion Genetics).

Adapun hal penting yang harus diingat ialah tugas kita sebagai manusia adalah berusaha, selebihnya tetap Tuhanlah yang menentukan hasil akhirnya. Mempersiapkan mental juga tidak kalah pentingnya apabila ternyata jenis kelamin calon bayi tersebut tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.

Semoga berhasil

Dr. dr. Hendra S. Ratsmawan, Sp.OG


WhatsApp-Image-2023-02-27-at-3.57.20-PM.jpeg?fit=1200%2C800&ssl=1

USG memiliki peran yang penting dalam
penegakan diagnosa tumor kandungan. Pemeriksaan ini dapat membantu menentukan
dugaan jenis tumor (padat atau kistik), ukuran
dan batas-batas tumor, lokasi tumor dan
menduga keganasan tumor yang kesemuanya
sangat berperan dalam rencana penatalaksanaan tumor kandungan. Ukuran tumor yang masih kecil pun dapat dideteksi oleh USG bahkan sebelum pasien merasakan keluhan akibat tumor tersebut.

USG memiliki keunggulan dibanding modalitas alat pencitraan yang lain seperti CT Scan atau MRI karena biayanya yang terjangkau, tidak bersifat invasif, aman, tidak memerlukan prosedur yang rumit, tanpa memerlukan obat kontras, memiliki akurasi yang cukup tinggi dan mudah diakses dimana mana baik di praktek dokter, klinik maupun rumah sakit.

Prinsip Kerja dan Peralatan USG
USG bekerja dengan menggunakan gelombang
suara ultra atau ultrasound. Terdiri dari serangkaian alat berupa penjejak (transduser atau probe ), mesin USG, layar monitor, panel – panel kontrol dan fasilitas penyimpanan serta
percetakan gambar USG. Tranduser untuk
pemeriksaan organ kandungan biasanya menggunakan transduser perut (transabdominal) dan vagina (transvaginal ). Gambar yang diambil lewat transduser ditampilkan dilayar monitor.

Perkembangan teknologi membuat presentasi
gambar USG tidak hanya bersifat 2 dimensi saja, namun sudah bisa menjadi 3 dimensi yang memungkinkan volume tumor dapat diukur. Juga pengukuran aliran darah tumor (doppler velosimetri) yang terdapat dialat USG yang memungkinkan perubahan sifat tumor dari jinak menjadi ganas dapat dideteksi. Saat ini di RSIA Kendangsari memiliki USG dengan kualifikasi 2D/3D/4D dan doppler velosimetri.

Tehnik Pemeriksaan USG
Pemeriksaan USG organ kandungan dilakukan pada segala usia mulai dari bayi sampai wanita
menopause. Sebelum dilakukan pemeriksaan, pasien akan mendapatkan informasi yang cukup antara lain mengenal tujuan pemeriksaan, cara pemeriksaan, harapan hasil pemeriksaan dan lain-lain. Pasien juga hendaknya memberikan informasi yang lengkap tidak hanya mengenai keluhan penyakitnya tetapi juga mengenai status dirinya (nyonya atau nona), status pernikahan, umur dan lain lain. Hal ini penting karena
pemeriksaan transvaginal tidak dilakukan pada mereka yang berstatus gadis,
Cara pemeriksaan USG meliputi:
1. USG transabdominal pemeriksaan melalui perut.
Pada pemeriksaan ini dokter akan
mengoleskan semacam jelly yang berfungsi menghantarkan gelombang suara dan memudahkan dokter dalam menggerakkan transduser. Pemeriksaan ini umumnya memerlukan kandung kemih terisi urin.
2. USG transvaginal
Pemeriksaan melalui vagina. Transduser seperti tongkat kecil yang dibungkus
kondom beroleskan jelly dimasukkan melalui vagina. Pasien diminta mengosongkan kandung kemih. Gambar yang dihasilkan biasanya lebih jelas dengan resolusi yang lebih baik. Hal ini terjadi karena organ yang diperiksa lebih dekat dengan transduser. Pada kasus tertentu misalnya polip endometrium, USG transvaginal dilakukan dengan tehnik infus salin sonography dimana rongga rahim dikembangkan dengan cairan infus sehingga gambaran tumor lebih jelas terlihat. Pemeriksaan transvaginal tidak dilakukan pada anak-anak dan mereka yang masih gadis.
3. USG transperineal atau translabial. Transduser di letakkan di depan vagina
4. USG transrektal.
Transduser dimasukkan ke dalam dubur




Hubungi Kami


Kontak

031 8347200 / 031 8436200
082257251113


Lokasi Kami

Jl. Raya Kendangsari 38 Surabaya
Jawa Timur




Subscribe


Mendaftarlah ke buletin RSIA Kendangsari untuk menerima semua berita dan diskon dari RSIA Kendangsari Surabaya





    Social Media


    Instagram

    @rsiakendangsari


    Youtube

    Rumah Sakit Ibu dan Anak Kendangsari


    Facebook

    @rsiakendangsarisurabaya




    Copyright by RSIA Kendangsari 2026. All rights reserved. Designed by StudioSoft



    Copyright by RSIA Kendangsari  2026. All rights reserved. Designed by StudioSoft