Bisakah memilih gender untuk calon bayi Ayah Bunda? Jawabannya bisa. Secara teknis, pemilihan gender calon buah hati dapat diusahakan dengan beberapa cara, mulai dari cara yang sederhana hingga yang canggih. Tentunya probabilitas untuk mendapatkan gender seperti yang diinginkan akan lebih tinggi jika menggunakan cara yang canggih bila dibandingkan dengan yang sederhana.
Kunci dari semua cara tersebut adalah kromosom X dan Y. Kromosom inilah yang menentukan jenis kelamin bayi, dan memahami cara kerjanya membuat Anda bisa menimbang mana upaya yang masuk akal untuk dicoba.
Apa Itu Kromosom X dan Y?
Kromosom adalah struktur yang membawa informasi genetik di dalam sel. Manusia memiliki 23 pasang kromosom, dan satu pasang di antaranya disebut kromosom seks karena menentukan jenis kelamin.
Perempuan memiliki dua kromosom X (XX), sedangkan laki-laki memiliki satu kromosom X dan satu kromosom Y (XY). Karena itulah jenis kelamin bayi ditentukan oleh kromosom dari pihak ayah, bukan ibu.
Sperma mengandung kromosom X atau Y, sedangkan sel telur selalu mengandung kromosom X. Kalau sperma pembawa X bertemu sel telur, terbentuk embrio perempuan (XX). Kalau sperma pembawa Y yang bertemu, terbentuk embrio laki-laki (XY).
Perbedaan Karakter Kromosom X dan Y
Dua kromosom ini punya sifat yang berbeda, dan perbedaan itulah yang menjadi dasar berbagai metode pemilihan gender alami.
Kromosom X
Kromosom X berukuran lebih besar dan bergerak lebih lambat. Ia lebih tahan terhadap suasana asam dan mampu bertahan lebih lama di saluran reproduksi, sekitar dua sampai tiga hari. Karena sifatnya ini, hubungan yang dilakukan satu sampai dua hari sebelum ovulasi cenderung memberi peluang lebih besar bagi kromosom X.
Kromosom Y
Kromosom Y berukuran lebih kecil dan bergerak lebih cepat. Ia lebih menyukai suasana basa dan tidak tahan pada lingkungan asam. Umur kromosom Y lebih pendek dibanding X. Karena itu, hubungan yang dilakukan mendekati atau tepat saat ovulasi memberi peluang lebih besar bagi kromosom Y.
Berapa Lama Sperma Kromosom Y Bertahan?
Ini pertanyaan yang paling sering muncul, dan jawabannya bergantung pada kondisi lingkungan di saluran reproduksi. Kromosom Y umumnya bertahan sekitar satu hari, sementara kromosom X bisa bertahan dua sampai tiga hari, bahkan sampai lima hari pada kondisi lendir serviks yang mendukung.
Perbedaan daya tahan ini yang membuat waktu berhubungan jadi penentu. Kalau Anda ingin peluang lebih besar untuk kromosom Y, waktu berhubungan sebaiknya dekat dengan ovulasi. Kalau ingin peluang lebih besar untuk kromosom X, berhubungan satu sampai dua hari lebih awal memberi kesempatan bagi X untuk bertahan sampai sel telur dilepaskan.
Perlu dicatat, ini berbicara soal peluang, bukan kepastian. Faktor lain seperti kualitas sperma dan kondisi kesuburan juga berpengaruh.
Memilih Jenis Kelamin Bayi Laki-Laki (Kromosom XY)
Calon Bunda disarankan untuk lebih banyak mengonsumsi menu ikan dan menghindari menu daging pada makanan sehari-hari. Secara medis, ikan akan menghasilkan zat yang menyebabkan pH vagina menjadi lebih basa, sehingga daya tahan kromosom Y di vagina lebih lama.
Selain itu, dapat juga dengan melakukan hubungan suami istri pada saat ovulasi. Untuk menentukan ovulasi ini agak sulit apabila pola haid ibu tidak teratur, sehingga bisa disiasati dengan pemeriksaan atau tes kesuburan yang biasa dijual di pasaran. Dalam kondisi normal, ovulasi biasanya terjadi pada hari ke-14 atau ke-15 dihitung mulai hari pertama haid.
Ada beberapa ahli yang mengatakan bahwa sang istri diharapkan bisa mengalami orgasme terlebih dahulu sebelum terjadinya ejakulasi suami, dikarenakan akan membuat suasana pH vagina menjadi lebih basa, yaitu suasana yang disukai oleh kromosom Y pada sperma. Untuk cairan bilas, dapat digunakan campuran dari 1 sendok soda kue yang dilarutkan dengan 1,5 liter air, untuk bilas vagina sebelum maupun setelah berhubungan.
Memilih Jenis Kelamin Bayi Perempuan (Kromosom XX)
Kebalikan dengan cara sebelumnya, calon Bunda disarankan banyak mengonsumsi daging dibandingkan ikan untuk memunculkan suasana pH yang lebih asam di vagina, sehingga sel sperma dengan kromosom Y tidak tahan dengan suasana pH tersebut.
Selain itu, disarankan untuk berhubungan 1 sampai 2 hari sebelum ovulasi, oleh karena sperma dengan kromosom X itu berjalan lebih lambat dan dapat bertahan hingga 2 sampai 3 hari, sedangkan kromosom Y itu berjalan lebih cepat tapi mati dalam waktu 1 hari. Istri tidak perlu orgasme lebih dulu, sehingga bisa orgasme setelah terjadinya ejakulasi sperma.
Mitos dan Fakta Seputar Pemilihan Gender Bayi
Banyak informasi beredar di masyarakat, dan tidak semuanya berdasar. Berikut beberapa yang perlu diluruskan.
Mitos: posisi tertentu menjamin jenis kelamin tertentu. Faktanya, tidak ada bukti kuat bahwa posisi berhubungan menentukan jenis kelamin bayi. Yang lebih berpengaruh adalah waktu berhubungan terkait siklus ovulasi.
Mitos: bentuk perut ibu hamil menandakan jenis kelamin. Faktanya, bentuk perut dipengaruhi posisi bayi, kekuatan otot perut, dan jumlah kehamilan, bukan jenis kelamin.
Mitos: makanan tertentu pasti menentukan gender. Faktanya, pola makan dapat memengaruhi pH, tapi pengaruhnya terhadap jenis kelamin bersifat peluang, bukan kepastian.
Fakta: jenis kelamin ditentukan ayah. Karena sel telur selalu membawa kromosom X, kromosom dari sperma ayah yang menentukan hasilnya.
Cara yang Lebih Akurat Secara Medis
Calon Ayah Bunda dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai hal ini. Bila ingin mengetahui kapan ovulasi terjadi, bisa menggunakan alat tes kesuburan seperti yang telah disebutkan sebelumnya.
Di samping cara-cara sederhana tersebut di atas, ada beberapa cara yang lebih canggih. Salah satunya dengan melakukan inseminasi, yaitu dengan pemilihan sperma. Cara ini tingkat keberhasilannya mencapai 80 sampai 90 persen.
Untuk tingkat akurasi yang mendekati 100 persen, dapat digunakan teknik bayi tabung atau IVF dengan PGD (Preimplantation Genetic Diagnosis). Metode ini memungkinkan pemeriksaan kromosom embrio sebelum ditanamkan, sehingga jenis kelamin dapat diketahui lebih pasti. Karena sifatnya prosedur medis, metode ini perlu pertimbangan matang dan konsultasi dengan dokter spesialis.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah jenis kelamin bayi ditentukan ibu atau ayah?
Ditentukan ayah. Sel telur ibu selalu membawa kromosom X, sehingga kromosom X atau Y dari sperma ayah yang menentukan jenis kelamin bayi.
Berapa lama sperma kromosom Y bertahan?
Sekitar satu hari. Kromosom Y tidak tahan pada suasana asam dan umurnya lebih pendek dibanding kromosom X yang bisa bertahan dua sampai tiga hari.
Apa itu kromosom XY?
XY adalah pasangan kromosom seks pada laki-laki, yaitu satu kromosom X dan satu kromosom Y. Kombinasi ini terbentuk saat sperma pembawa Y bertemu sel telur pembawa X.
Apakah cara alami memilih gender bayi akurat?
Tidak ada cara alami yang menjamin. Metode seperti pengaturan pola makan dan waktu berhubungan hanya mengubah peluang, bukan memastikan hasilnya.
Metode apa yang paling akurat?
Pemeriksaan genetik pada bayi tabung (IVF dengan PGD) memberi akurasi paling tinggi karena kromosom embrio diperiksa sebelum ditanamkan.
Kapan waktu berhubungan untuk peluang bayi laki-laki?
Dekat atau tepat saat ovulasi, karena kromosom Y bergerak cepat dan tidak bertahan lama di saluran reproduksi.
Kapan waktu berhubungan untuk peluang bayi perempuan?
Satu sampai dua hari sebelum ovulasi, karena kromosom X bertahan lebih lama dan bisa menunggu sampai sel telur dilepaskan.
Kesimpulan
Kromosom X dan Y adalah penentu jenis kelamin bayi, dan keduanya punya karakter berbeda: X bergerak lambat tapi bertahan lama, Y bergerak cepat tapi berumur pendek. Perbedaan inilah dasar dari metode pengaturan pola makan dan waktu berhubungan.
Adapun hal penting yang harus diingat, tugas kita sebagai manusia adalah berusaha, selebihnya Tuhan yang menentukan hasil akhirnya. Mempersiapkan mental juga tidak kalah pentingnya apabila ternyata jenis kelamin calon bayi tersebut tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.
Kalau ingin membahas lebih jauh, konsultasikan dengan dokter spesialis kandungan untuk mempertimbangkan pilihan yang paling sesuai dengan kondisi Anda.